oleh

Massa Tolak Penetapan RUU Cipta Kerja, Tenaga Kontrak Ikut Jadi Sorotan

TOPOYO – Aksi unjuk rasa mahasiswa secara nasional, Kamis 8 Oktober, juga dilakukan di Mamuju Tengah (Mateng). Ratusan mahasiswa dan pemuda menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja.

Kelompok massa yang menamakan diri Aliansi Pemuda Pro Demokrasi, menggelar unjuk rasa mulai di titik bundaran tugu Benteng. Kemudian, bergerak ke Kantor Bupati hingga Gedung DPRD Mateng. Mengepung kedua kantor itu, massa bergantian menyampaikan orasinya.

Massa Tolak Penetapan RUU Cipta Kerja, Tenaga Kontrak Ikut Jadi Sorotan

Koodinator Lapangan (Korlap) aksi, Sampar, mengatakan tuntutan aksi itu diantaranya, mendesak pemerintah dan legislatif Mateng menolak pengesahan UU Cipta kerja serta mengkaji ulang UU tersebut.

“Kami tidak akan mundur jika target aspirasi kami tidak diterima oleh pemerintah, dan khususnya di legislatif sebagai lembaga perjuangan segala aspirasi rakyat,” tegasnya.

Selain membawa isu utama mengenai UU Cipta Kerja, masalah yang juga disoroti oleh massa aksi ialah penertiban kembali tenaga kontrak daerah. Sampar mengaku tenaga kontrak dalam pendataan administrasi sebanyak 5.000 orang. Namun realitasnya di lapangan, yang aktif hanya sebanyak 2.000 orang.

“Kemana yang 3.000 orang tenaga kontrak ini? Kemudian anggarannya, siapa yang menerimanya?” tandas Sampar.

Kemudian terkait upah tenaga kontrak, ia juga menyoroti. Lantaran terbilang sangat kecil. Lulusan SMA hanya Rp 300 ribu per triwulan, sementara S1 sederajat Rp 500 ribu.

Ia meminta pemerintah daerah dan DPRD Mateng segera menaikkan upah tenaga kontrak yang terbilang sangat minim.

Wakil Ketua DPRD Mateng Herman, bersama beberapa legislator lain menyatakan sikap di depan demonstran, akan menolak tegas UU Cipta kerja itu. Seharusnya DPR RI memikirkan bagaimana menangani Covid-19, untuk mengurangi angka kenaikannya setiap hari. “Kami segera menyurat ke pusat, sikap penolakan kami,”urai Herman.
Kemudian, segala bentuk aspirasi massa aksi akan diterima dan dibahas bersama pimpinan legislatif.

Selanjutnya massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan damai, dikawal oleh Polres Mateng. (m6/dir)

Komentar

News Feed