oleh

Mangngaro Diusul Masuk Event Nasional

MAMASA – Pemerintah Kabupaten Mamasa, berusaha agar budaya Mangngaro bisa masuk dalam 100 kalender event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Berbagai upaya promosi akan dilakukan agar budaya Mangngaro ini bisa masuk dalam 100 National Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia pada tahun 2021 mendatang

Mangngaro merupakan salah satu tradisi budaya di Mamasa yakni mengeluarkan jenazah leluhur dari liang kubur untuk dibalut ulang. Tradisi ini hanya dilakukan oleh warga Kecamatan Nosu dan Pana serta dilakukan setahun sekali pada bulan Agustus.

Sekretaris Kabupaten Mamasa, Adriansyah mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan bekerjasama dengan Pemkab Polewali Mandar yang akan menyelenggarakan Polewali Mandar Internasional Folk and Art Festival (PIFAF).

“Saat event PIFAF selesai, kita bakal berkolaborasi sehingga wisatawan dapat kita ajak ke Mamasa menyaksikan budaya Mangngaro,” terang Adriansyah saat dikonfirmasi, Kamis 16 Januari.

Pemkab Mamasa akan fokus dalam melakukan pengembangan sektor pariwisata. Salah satunya memperkenalkan budaya Mangngaro kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Sehingga kedepan banyak wisatawan berkunjung ke Mamasa.

Ia mengaku walaupun budaya Mangngaro masuk posisi ketiga event nasional di Sulbar setelah PIFAF dan Sandeq Race tetapi pihaknya akan terus berupaya memperkenalkan budaya ini.

“Pemkab Mamasa sudah mendapat anggaran Rp100 juta untuk pembuatan film tentang budaya Mangngaro tahun ini,” tambah Adriansyah.

Pemkab Mamasa akan mempresentasekan budaya Mangngaro kepada kurator atau tim penilai Kementerian Pariwisata. “Kita juga inginkan agar yang mempresetasekan pihak Pemkab Mamasa sendiri karena selama ini diwakili oleh Pemprov Sulbar,” terangnya.

Sehingga tahun 2021 mendatang, Kabupaten Mamasa bakal bersaing dengan daerah lain agar atraksi budayanya masuk kalender event nasional.

“Kami sangat berharap tahun 2021, Mangngaro terpilih menjadi salah satu kalender event nasional,” tambahnya.

Ia menyebutkan walaupun, Mangngaro belum masuk dalam 100 kelender event kepariwisataan. “Tapi pihaknya berencana untuk berkolaborasi dengan pelaksanaan PIFAF yang juga dilaksanakan setiap Agustus,” ujarnya.

Adriansyah menambahkan jika Pemkab Polman mendatangkan wisatawan asing maka sebelum pulang ke negaranya dapat mengikuti kegiatan Mangngaro di Mamasa. “Jika Pemkab Polman mendatangkan wisatawan asing. Maka kita yang akan pulangkan,” tambahnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed