oleh

Manajer Tim Suzuki ECSTAR Hengkang

JAKARTA – Kabar tentang rencana kepergiannya memang bukan sesuatu yang baru digunjingkan. Semenjak akhir 2020 lalu, Manajer tim Suzuki ECSTAR, Davide Brivio, sudah diisukan bakal hengkang dari tim yang bentukannya.

Namun baru di awal Januari 2021 ini kabar itu menjadi kenyataan. Sukses mengantar Joan Mir juara MotoGP 2020, pria Italia itu memutuskan pindah haluan. Dari ajang motorsport berbasis dua roda, Davide menerima pinangan tim Formula 1.

Melihat kenyataan ini, project leader Suzuki, Shinichi Sahara mengaku hancur. Ditinggal tim manajer yang suksesnya mengawal 5 juara dunia itu (empat bersama Valentino Rossi), adalah sebuah kenyataan yang menyakitkan baginya,.

“Sejujurnya kabar kepergian Davide dari Team Suzuki ECSTART ini sangatlah mengejutkan. Rasanya seperti ada yang hilang dari diri saya,” kata Suzuki Shinici, seperti dikutip dari Fajar Indonesia Network (FIN), Sabtu 9 Januari 2021.

“(Padahal) kami selalau berdiskusi soal tim dan motor kami. Kami juga sudah sangat lama bersama-sama. Di 2020 kami meraih hasil yang fantastis. Dan musim 2021 ini akan lebih penting lagi untuk menjaga momentum. Sekarang kami harus mencari penggantinya,” sambung Sahara.

Seperti diketahui, Davide Brivio yang bergabung dengan Suzuki pada musim 2015 lalu, menerima tawaran Renault, yang kini berganti nama menjadi Alpine F1. Di situ, ia disebutkan bakal mengisi salah satu posisi penting, tim yang berbasis di Enstone, Inggris tersebut.

Mendengar kabar ini, mantan manajer Ducati dan Honda, Livio Suppo, dilaporkan membuka diri untuk posisi yang kosong tersebut. Kerinduannya akan MotoGP adalah alasan ketertarikannya, untuk comeback ke ajang motorsport paling populer itu.

“MotoGP telah menjadi bagian hidup saya selama bertahun-tahun, terkadang saya pun merindukannya. Jika saja Suzuki memanggil saya, saya mungkin akan tertarik (menerima tawaran mereka). Kita lihat saja nanti,” ucap Livio Supppo saat menjawab pertanyaan Crash. (fin)

Komentar

News Feed