oleh

Mahasiswa Sorot Dana Bimbingan di Dewan, Laporkan Dugaan Markup ke Kejari

MAJENE — Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Msjene (SPMM) melaporkan dugaan mark up kegiatan bimbingan Asistensi Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene.

Laporan disampaikan di sela-sela aksi unjuk rasa massa SPMM di depan Kantor Kejaksaan Negeri Majene, Selasa 22 Desember.

Jendral Lapangan SPMM, Abdul Muid mengajak semua pihak agar turut mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan program yang berasal dari dana aspirasi DPRD Majene tersebut.

Dijelaskan, bimbingan Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja ini dilaksanakan di Mamuju, beberapa waktu lalu. Sekretariat DPRD Majene menggandeng salah salu lembaga.

“Secara ideal, kegiatan tersebut sangat dibutuhkan demi terselanggaranya pemerintahan yang terbebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme. Namun, setelah melakukan identifikasi terkait pelaksanaan Bimtek, terdapat beberapa kejanggalan sebagaimana temuan awal dari LBH dan Law Office,” Muid.

Berdasarkan informasi yang ia kumpulkan, terdapat dugaan manipulasi data terkait jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Dalam absensi kegiatan, mencantumkan 20 nama sebagai peserta. Padahal, dalam kenyataannya, kegiatan tersebut hanya diikuti 10 peserta,” beber Muid.

Pihaknya juga mengaku menemukan adanya dana yang ditransfer ke tiap peserta. Nilainya berbeda-beda. Ada Rp 4.900.000, Rp 4.400.000, dan Rp 4.200.000. “Jadi ini sangat janggal. Kenapa ada perbedaan,” imbuh Muid.

Pihaknya pun mendesak sekretariat dewan Majene agar membuka informasi publik mengenan anggaran Bimtek tersebut. Selain itu, SPMM mendesak BPK Sulbar agar melakukan audit secara menyeluruh.

“Mendesak Kejaksaan Negeri Majene agar mengusut tuntas dugaan korupsi Bimtek, dan meminta kepada seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa Majene agar bersama-sama mengawal dugaan korupsi Bimtek. Itu yang kami pinta, dan kasus ini akan kita kawal terus, sampai tuntas,” tegas Muid.

Kasi Inter Kejaksaan Negeri Majene, Muh Iksan menuturkan bahwa pihaknya telah menerima dan akan menindaklanjuti laporan dari massa SPMM. “Kami siap menindaklanjuti laporan mahasiswa,” katanya, singkat. (r2/rul)

Komentar

News Feed