oleh

Longsor Menerjang, Listrik di Mamasa Padam 12 Jam

MAMASA – Pemadaman lampu yang terjadi sejak Senin malam 6 Desember hingga Selasa pagi 7 Desember 2021, disebabkan gangguan jaringan listrik PLN. Gangguan itu terjadi karena longsor di daerah Bussu Tamalantik, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa. Akibatnya, pohon pinus tumbang dan mengenai jaringan listrik.

Salah satu warga Mamasa, Nurbaya menyebutkan jika sejak Senin malam, pukul 21.00 Wita, telah terjadi pemadaman lampu di wilayah Tatoa’. “Yang kita tidak ketahui penyebabnya, bahkan sampai pagi tadi masih padam,” terangnyaa, Selasa 7 Desember.

Ia mengaku jika tidak mengetahui jelas penyebab pemadaman lampu. “Tapi mungkin ada yang bermasalah saat jni,” ujarnya.

SPV Teknik PLN Rayon Mamasa Putra Siswanta menyampaikan, jika hampir di semua daerah terjadi cuaca ekstrem, utamanya di Mamasa. Tentunya cuaca ekstrem itu sangat berpengaruh kepada kondisi kelistrikan.

“Karena, tentunya yang paling sering terjadi di Mamasa yaitu bambu atau pohon yang mengenai jaringan,” terangnya.

Dan sejak kemarin terdapat gangguan di daerah Pasapa’, perbatasan Polewali Mandar dengan Mamasa. Di jalur itu terdapat bambu yang mengenai jaringan listrik. Serta ada tiang yang rawan tumbang karena ancaman longsor.

Bahkan, ada satu tiang yang mengalami kerusakan karena tertimpa pohon pinus. Sehingga mengalami kerusakan pada pembesian dan isolatornya. Itu terjadi di Desa Orobua di Kecamatan Sesenapadang.

Ia mengaku, jika salah satu kendala yang dialami dalam memperbaiki jaringan. “Dan itu kita lakukan penelusuran, dan lama. Karena ada beberapa titik yang longsor, jadi susah ditelusuri karena jalan rusak,” akunya.

Ia menyampaikan, hambatan pekerjaan perbaikan jaringan juga terjadi karena tidak adanya alat berat yang membersihkan mterial longsor. “Seandainya ada, itu tidak akan selama ini. Karena kita kesusahan dalam akses jalan,” sebutnya.

Ia mengungkapkan jika saat ini beberapa daerah telah mendapatkan aliran listrik. “Tapi sebagian masih dipadamkan karena proses perbaikan,” ungkapnya.

Ia berharap jika masyarakat juga kedepannya tidak menghalangi pihaknya dalam hal pembersihan pohon pada jalur jaringan listrik. “Utamanya jika ada pohon atau bambu yang dekat dengan jaringan,” harapnya. (zul/ham)

Komentar

News Feed