oleh

Logo Baru BKKBN Menuju Cara Baru untuk Generasi Baru

MAMUJU – Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan, BKKBN ingin terhubung dengan generasi muda dan menyesuaikan dengan perubahan lingkungan yang demikian cepat dengan melakukan pembaruan dari jingle, logo dan tagline.
Berbagai usaha, daya dan upaya yang dilakukan oleh BKKBN. Ini adalah cara bagi BKKBN untuk semakin relevan dengan perkembangan masyarakat saat ini dan ke depan.

“Saat ini, khalayak utama BKKBN adalah generasi Millennial dan Zillenial. Rebranding ini sebuah keniscayaan, di mana era sekarang sudah berbeda dengan era-era yang dulu. Dan kita tahu hampir 35 persen penduduk kita adalah millenials. Oleh karena itu jika kita tidak melakukan rebranding atau cara baru dalam berkomunikasi dengan masyarakat, sepertinya sulit rasanya BKKBN diterima oleh generasi baru,” ujar Hasto dalam Apel Siaga Siap Kerja 2020 sekaligus peluncuran logo baru BKKBN di halaman Kantor Pusat BKKBN, Jakarta Timur, Kamis 2 Januari 2019.

Hasto menambahkan, BKKBN memandang remaja dalam dua perspektif. Pertama, remaja yang luar biasa harus tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan siap untuk bisa menjadi subjek pembangunan menuju Indonesia yang maju dan berkualitas.

“Yang kedua, kita memandang remaja sebagai calon pasangan usia subur yang akan membentuk keluarga dan calon orangtua bagi anak-anaknya, harus memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga,” tambah Hasto.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto mengungkapkan capaian 100 hari kerja yang telah dilakukan di BKKBN. Pertama, mengatasi kondisi darurat ketersediaan alat kontrasepsi (alkon) melalui distribusi dinamis alkon yakni melakukan distribusi dari provinsi yang over stock (kelebihan) alkon ke provinsi yang stock out.

Ketiga melakukan rebranding, dengan mengusung tema “Menuju Cara Baru Untuk Generasi Baru”, rebranding tidak hanya melibatkan masyarakat yang berasal dari latar belakang profesional maupun umum. Dalam prosesnya BKKBN juga melibatkan tim kurasi serta dewan juri untuk lomba logo, jingle dan tagline yang memiliki kompetensi kuat di bidangnya juga yang mewakili lapisan generasi muda, terutama millenials dan zillenials.

“Untuk jingle dan tagline pertengahan januari atau minggu ketiga akan segera di launching. Sebanyak 5.196 orang mengikuti kompetisi dalam rangka rebranding yang dilakukan oleh BKKBN. Kegiatan tersebut meliputi kompetisi logo, tagline, dan jingle BKKBN,” jelas Hasto.

Keempat, mendorong terwujudnya zona integritas dan wilayah bebas korupsi (ZI/WBK). Tahun 2019 dua Perwakilan BKKBN Provinsi yaitu Jawa Timur dan Bangka Belitung lolos ZI/WBK dan mendapatkan penghargaan dari Kementerian PAN/RB. Kelima, restrukturisasi organisasi.

Hasto menyampaikan, Tahun 2020 BKKBN dengan logo baru dan kerja baru, lebih kepada merubah mindset sehingga kita harus mengedepankan nilai-nilai pengabdian, fokus kedepan dipertajam pada calon keluarga baru, calon pasangan hidup baru, memperdalam pemahaman tentang kependudukan.

“Saya berharap program keluarga berencana lebih kepada sukses pelayanan, akses, rantai pasok, dan saya juga berharap kejujuran menjadi hal yang tertinggi,” tutup Hasto.

Logo baru BKKBN tersusun dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan harmonis yang saling mengisi dengan warna biru yang elegan yang melambangkan kestabilan BKKBN dalam menjadi partner perencanaan keluarga dan masyarakat.

Logogram diadopsi dari lambang cinta yaitu hati. yang merepresentasikan bahwa awal dari sebuah perencanaan adalah dari kasih sayang keluarga dan keharmonisan keluarga yang didukung dengan lingkungan yang selalu mensupport.

BKKBN akan selalu berusaha untuk merangkul memfasilitasi dan menjadi partner dalam setiap perencanaan yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat dari masa kanak-kanak sampai dewasa.

Kupu-kupu adalah lambang perencanaan dan proses. Dapat dilihat dari proses metamorfosis kupu-kupu dari seekor ulat hingga menjadi kupu-kupu yang indah.

Pencapaian harus direncanakan tanpa batas. Setiap jatuh harus bangun tanpa henti. Begitupun BKKBN tanpa lelah akan terus menjadi partner keluarga dan masyarakat. (Humas/rs)

Komentar

News Feed