oleh

Literasi dan Syukur Produktif

IBARAT umur manusia, 17 tahun merupakan umur remaja tanggung. Kini, Radar Sulbar telah memasuki usia remaja. Usia persiapan menuju kematangan. Syukur-pun diresepsikan sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan, pembaca setia, dan segenap penggiat literasi.

Syukur secara bahasa berarti berterima kasih. Seseorang yang menyampaikan ucapan terima kasih secara lisan maupun secara tulisan kepada seseorang atau lembaga atas kebaikan yang diterima. Terima kasih juga berarti membalas budi setelah menerima kebaikan. Terima kasih dua kata satu makna. Terima berarti kita mendapatkan sesuatu yang bernilai baik bagi kita. Sebagai ungkapan rasa syukur kita kasih atau memberikan sesuatu terhadap orang yang sudah memberi kita kebaikan.

Literasi dan Syukur Produktif

Kata syukur berasal dari bahasa Arab ‘syakara’ yang memiliki tiga huruf; sya, ka, dan ra. Huruf ‘sya’ melambangkan ‘asy-syuglu’ yang berarti sibuk sebagai salah satu karakteristik utama dari orang yang bersyukur. Hamba yang bersyukur adalah hamba yang sibuk menyejawantahkan seluruh nikmat Tuhan yang diberikan kepadanya dalam bentuk kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang baik pada dirinya, keluarga, maupun masyarakat umum. Realisasi seseorang yang bersyukur ialah ketika diberi nikmat kesempatan dan waktu lapang, dia manfaatkan benar waktu luang tersebut untuk melakukan aktivitas yang berguna.

Demikian pula, seseorang diberik nikmat jabatan dan kekuasaan tertentu pada sebuah lembaga, dia lalu menggunakan jabatan dan kekuasaan itu untuk melakukan terobosan-terobosan baru dalam rangka memajukan eksistens lembaga dan kemakmuran bangsa. Begitu pula semisal seseorang diberi nikmat kelebihan harta, dia berdayagunakan harta tersebut untuk kepentingan dan kesejahteraan banyak orang. Intinya, bersyukur itu muaranya semakin produktif dalam hidup. Semakin sering dia bersyukur maka semakin sering pula nikmat Tuhan itu bertambah dan bertambah terus lebih baik dan lebih banyak lagi dari nikmat sebelumnya.

Komentar

News Feed