oleh

Lion Air Group Akui Belum Bisa Hitung Kerugian Akibat Covid-19

JAKARTA–Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan ekonomi lesu, termasuk bisnis penerbangan. Sebagian maskapai tetap beroperasi untuk menjaga pundi-pundi meski tidak bisa maksimal karena penerapan protokol yang ketat.

Ribuan pekerja di sektor ini pun terpaksa dirumahkan atau cuti di luar tanggungan perusahaan, bahkan di-PHK, akibat rendahnya permintaan. Namun, dari semua indikator lesunya bisnis aviasi ini, Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengaku belum bisa menghitung kerugian yang dialami maskapai berlogo singa merah tersebut.

”Sebenarnya kalau bicara kerugian saya enggak bisa ngomong karena belum close. Nanti mungkin baru kami evaluasi setelah bulan September,” ungkapnya dalam wawancara khusus bersama JawaPos.com, Senin 3 Agustus.

Kebaikan hati para lessor menjadi salah satu penyebab perhitungan laba-rugi menjadi rancu. ”Ada lessor kami yang mengatakan, ‘Ya sudah kami mengerti”’ kata Edward mencontohkan.

Penundaan pembayaran kewajiban seperti ini, tentu kata Edward, tidak bisa dibukukan sebagai beban. Namun, apabila biaya pinjam pesawat harus dibayar saat ini juga di tengah pemasukan yang tiris, tentu akan berdampak pada angka kerugian.

”Artinya sewa itu apakah dalam posisi ini harus bayar atau tidak, itu kan tergantung negosiasi. Kalau mereka harus bilang bayar, berarti kerugian kami. Kalau dibilang nggak bayar (belum bisa disebut rugi),” ujarnya.

Sementara itu, terkait ribuan karyawan yang terdampak pandemi, Edward berharap perusahaan bisa menyerapnya kembali ketika kondisi ekonomi membaik. Saat ini ada sekitar 2.600 karyawan yang dirumahkan, dan sekitar 1.400 karyawan yang cuti di luar tanggungan perusahaan.

”Ada yang kami tawarkan cuti di luar tanggungan perusahaan, ada juga yang memang sementara ini kami berhentikan. Nanti kalau udah normal ya kami panggil lagi,” pungkas Edward. (jwc)

Komentar

News Feed