oleh

Limbah Medis Ditemukan di TPA, Kadinkes: Bukan dari Puskesmas dan RSUD

POLEWALI – Sejumlah limbah medis berupa jarum suntik dan bekas botol inpus dan limbah medis lainnya ditemukan bercampur dengan sampah di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Paku Kecamamatan Binuang.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi TPA Paku Kecamatan Binuang, Sabtu lalu didapati sejumlah limbah medis berupa suntik bekas, tempat cairan infus dan sampah medis lainnya di TPA Paku Binuang. Menurut masyarakat setempat mereka memang sudah sering mendapati adanya suntik dan jenis sampah lainnya di TPA Paku.

“Sudah sering ada suntik, bungkus obat-obatan, hingga tempat cairan infus bercampur dengan sampah di TPA Paku,” terang seorang warga yang namanya tidak disebutkan.

Menurut masyarakat, selain itu limbah berbahaya lainnya seperti sampah perusahaan juga di buang di TPA. “Ada banyak sampah medis sejak dulu. Keberadaan TPA ini benar-benar membuat kami menderita karena lalat begitu banyak demikian juga hama semakin banyak sejak adanya TPA,” ungkap masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Polman Andi Suaib Nawawi mengatakan limbah medis sangat berbahaya dan tidak boleh bercampur dengan sampah rumah tangga kemudian dibuang di TPA.

Ia menjelaskan, bekas suntik yang sudah digunakan bisa saja menjadi penyebab berkembangbiaknya virus. Baik itu suntik yang digunakan ke binatang maupun manusia.

“Virus dapat hidup jika dia mendapat tempat untuk bertahan,” jelas Andi Suaib Nawawi.

Ia menjamin untuk limbah medis Puskesmas dan RSUD Polewali tidak dibuang ke TPA. Karena selama ini Puskesmas sudah bekerjasama dengan pihak ketiga perusahaan yang khusus mengelola limbah medis.

“Ada perusahaan khusus yang mengambil limbah medis Puskesmas. Kemudian dibawa ke Palu untuk diolah. Puskesmas bayar Rp40 ribu perkilogram. Sehingga tidak adalagi limbah medis di puskesmas. Kecuali limbah padat kita punya pengelola sendiri yang sudah bersertifikasi,” terang Suaib.

Komentar

News Feed