oleh

Lima Tahun Sembunyi, Terpidana Korupsi Serahkan Diri

POLEWALI — Terpidana korupsi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM Mpd) Kecamatan Campalagian Polman tahun 2012, Khaeruddin, akhirnya menyerahkan diri di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar (Poman), Selasa 22 Desember 2020, sekira pukul 14.00 Wita.

Sejak tahun 2015, Khaerudin, masuk DPO Kejari Polman. Terpidana ini diketahui lari ke Papua. Di sana ia bersembunyi setelah kasus korupsinya dilidik para jaksa.

Lima Tahun Sembunyi, Terpidana Korupsi Serahkan Diri

Terpidana divonis bersalah oleh majelis hakim dalam perkara tindak pidana korupsi PNPM Mpd Kecamatan Campalagian tahun 2012, sebagaimana dalam putusan PN. Tipikor Mamuju No.: 11/ Pid. Sus/ Tpk/ 2017/ PN. Mam tanggal 16 Juni 2017. Terpidana dijatuhi hukuman selama dua tahun penjara dan denda sebesar Rp 50.000.000 subsidair dua bulan kurungan dan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp123.966.666, subsidair 7 tujuh bulan penjara.

Sebelumnya, pada Nopember 2020 atas perintah Kajati Sulbar Johny Manurung, Tim Intelijen Kejati Sulbar dan Tim intelijen Kejari Polman dipimpin Asintel Kejati Sulbar Irvan Samosir, Kajari Polman Muh. Ichwan, dilakukan pencarian terhadap DPO Khaeruddin di daerah Sentani Papua selama 13 hari. Namun yang bersangkutan (Khaeruddin) tidak ditemukan.

Asintel Kejati Sulbar Irvan P Samosir saat di konfirmasi di Kantor Kejari Polewali mengatakan, upaya pendekatan selanjutnya dilakukan oleh tim dari Kejari Polman kepada keluarga terpidana Khaeruddin untuk membujuknya menyerahkan diri.

“Selasa 22 Desember 2020, pukul 14.00 Wita, terpidana Khaerudin menyerahkan diri di Kantor Kejaksaan Negeri Polewali Mandar didampingi keluarganya,” tambah Irvan P Samosir.

Setelah terpidana menyelesaikan administrasi terkait hukumannya dan menjalani rapid tes di Kantor Kejari Polman, ia kemudian dibawa ke Lapas Kelas IIB Polewali menjalani hukuman kurungan sesuai putusan PN Tipikor Mamuju. (mkb/ham)

Komentar

News Feed