oleh

Lima Rumah Ambruk, Satu Jembatan Putus di Tapango

MAMUJU – Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyinggung dampak pengrusakan hutan yang bisa menyebabkan kerugian besar.

Itu disampaikan menyusul keprihatinan akan bencana yang menimpa warga di Desa Kalimbua, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Rabu (13/1/2021).

Lima Rumah Ambruk, Satu Jembatan Putus di Tapango

Mantan bupati Polman dua periode ini mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah musim penghujan saat ini.

Selain itu, seluruh elemen masyarakat diminta turut serta melakukan pengawasan lingkungan. Laporkan aksi pengrusakan hutan, sehingga tidak terjadi bencana yang menyebabkan kerugian besar.

“Penting melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrim saat ini. Seperti hujan deras dan angin kencang,” tutur Ali, Rabu malam, 13 Januari.

“Mari selalu berdoa kepada tuhan agar memberikan perlindungan dan keselamatan kepada kita. Dan jangan lupa agar di masa pandemi ini senantiasa disiplin protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sampai petang kemarin, sedikitnya lima rumah mengalami rusak berat akibat banjir dan longsor, karena tingginya curah hujan.

Gubernur pun telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar segera berkoordinasi dengan BPBD Polman melakukan langkah-langkah penyelamatan warga terdampak.

Kepala Dinas Sosial Sulbar, Andi Bau Akram langsung mengirim sejumlah personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Sulbar.

“Malam ini (Rabu 13 Januari,red) kami berangkatkan untuk memantau kondisi di sana. Nanti disana baru kita menunggu laporan apa saja yang diperlukan masyarakat di sana,” tuturnya.

Dari Polewali dilaporkan, daerah terparah terjadi di Desa Kalimbua. Lima rumah warga diterjang longsor. Akses Kalimbua-Kurrak terputus akibat beberapa titik tertimbun material longsor.

Sementara banjir karena Sungai Tapango meluap membuat sebuah jembatan gantung, menghubungkan Desa Tapango dengan Tapango Barat terputus.

Warga Kalimbua, Ali menjelaskan bahwa dua rumah saudaranya di Dusun III (Tiga) Desa Kalimbua rusak berat akibat tertimbun material longsor. Begitupun tiga rumah sepupunya. Selain itu, belasan rumah lain dikabarkan rusak ringan.

“Kejadian tiba-tiba pak sekira pukul 15.30 Wita, tebing gunung dibelakang rumah saudara saya bergerak langsung menghantam rumah. Untungnya tidak ada korban. Rumah kakak saya dan sepupu memang dibelakangnya ada bukit.

Sebelum kejadian terjadi hujan lebat, sehingga air disertai material longsor menyapu lima rumah,” tutur Ali via telepon, Rabu malam.

Air Sungai Tapango yang meluap juga menyasar Desa Dakka Tapango.

Warga Dakka, Rahma saat dikonfirmasi juga membenarkan air menggenangi kolong rumah warga setinggi 50 centimeter. “Genangan air terjadi di daerah Katapang Desa Dakka sekitar kantor desa,” ujarnya via Whashapp, malam tadi.

Babinsa Kalimbua, Serda Baharuddin juga membenarkan kejadian tersebut. Longsor di Dusun III Tappang Desa Kalimbua, tercatat tiga titik. Terparah di Dusun III Tappang.

Dia melanjutkan, akses Kalimbua ke Desa Kurrak terputus. Butuh alat berat menyingkirkan material longsor. Pantauannya ada tujuh rumah rusak. Kerugian masyarakat diperkirakan mencapai Rp 120 juta. “Untungnya dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” tandasnya.

Kapolsek Tapango, IPDA Taufiq Murwanto saat dihubungi via telepon mengatakan, tanah longsor terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah ini sejak sepekan ini.

“Memang di lokasi infonya sering hujan, longsor terjadi usai hujan deras mengguyur,” kata Ipda Taufiq melalui sambungan telepon, malam tadi.

Hingga berita ini diturunkan, Taufik mengaku belum mendapat laporan adanya korban jiwa. “Namun sementara, warga yang rumahnya hancur diterjang longsor mengungsi ke rumah sanak keluarga,” ungkapnya.

Untungnya kata Taufik, saat kejadian, kondisi kampung terdampak sementara sepi. Sebahagian warganya diketahui sedang menghadiri acara warga di dusun tetangga.

“Kebetulan saat kejadian, kampung lagi sepi, sebagian warganya sedang menghadiri acara di kampung tetangga,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Polman, Andi Afandi Rahman saat dikonfirmasi juga membenarkan kejadian tersebut. Rabu malam, tim BPBD Polman, terjun ke lokasi setelah mendapatkan informasi dari pemerintah desa.

“Tim kami terbagi dua karena ada sebagian ikut pencarian warga yang hilang di Limboro. Kami juga langsung terjun ke lokasi bencana malam ini (malam tadi). Saya sementara dalam perjalanan menuju Kalimbua dan Tapango,” ujar Andi Afandi Rahman, Rabu malam.

“Paling tidak besok (Kamis hari ini, red) sudah ada bantuan tanggap darurat dulu bagi korban bencana. Setelah itu baru kami data untuk langkah selanjutnya,” tandasnya. (mkb-imr/rul)

Komentar

News Feed