oleh

Lima Kantor OPD di Mamuju Direhab

MAMUJU – Lima unit gedung perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Mamuju masuk tahap pengerjaan rehabilitasi.

Bupati Mamuju St Sutinah Suhardi menyebutkan, sekira 200 perkantoran dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa bumi berdasarkan data DPUPR Mamuju. Termasuk sekolah, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) dan fasilitas lainnya. Namun, hanya ada lima unit yang masuk tahap pengerjaan.

“Ternyata yang disetujui baru lima. Saya minta teman-teman di DPUPR Mamuju memperbaiki datanya. Karena teman di pusat memberikan persetujuan itu berdasarkan data yang diberikan. Kenapa hanya lima, mungkin datanya kurang bagus,” kata Sutinah, Selasa 9 Maret 2021.

Sutinah mengaku, telah menginstruksikan DPUPR Mamuju agar segera memperbaiki data agar ketika di assessment Kementerian PUPR sesuai dengan kategori kerusakannya sehingga bisa dibantu dalam hal rehabilitasi bangunan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mamuju Awaluddin Latief mengatakan, lima gedung OPD tersebut, Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), Kantor Bupati Mamuju, RSUD Mamuju dan Masjid Raya Suada Mamuju.

Pengerjaan gedung perkantoran tersebut dilakukan PT Hutama Karya (HK). Perusahaan kontraktor milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) spesialis pembangunan jalan, jembatan dan konstruksi infrastruktur.

“Yang kerja (perusahaan, red) BUMN yang ditunjuk langsung Kementerian PUPR. Targetnya pengerjaan belum saya tahu,” jelas Awaluddin.

Menurut Awaluddin, Pemkab Mamuju sudah mengusulkan beberapa gedung OPD yang rusak ke Kementerian PUPR. Hanya saja, tahap awal hanya lima unit yang dipilih. Sisanya mungkin dilakukan bertahap.

“Rencana dalam waktu dekat bakal kami undang pihak kontraktornya untuk rapat bersama dengan Pemkab Mamuju,” pungkas Awaluddin. (ade)

Komentar

News Feed