oleh

Legah, Klaster Pondek Pesantren 213 Orang Sembuh

POLEWALI MANDAR–Sedikitnya 213 pasien COVID-19, klaster Pondok Pesantren Hasan Yamani dan AS Salafiyah Parappe, Campalagian, Polewali Mandar, dinyatakan sembuh, Rabu 25 November, lalu. Mereka itu, berasal dari para santri dan tenaga pengajar.

”Alhamdulillah sebagian besar santri yang terpapar korona sembuh setelah menjalani isolasi mandiri selama dua pekan lebih,” terang Haedar, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, Kabupaten Polewali Mandar kepada Wartawan.

Haedar merinci, bahwa dari 180 santri Ponpes Syekh Hasan Yamani terpapar korona, 177 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedang, tiga santri lainnya, masih dalam pantauan tim medis. Lantaran, ketiganya masih bergejala. ”Sedang 26 santri dari Ponpes Salafiyah Parappe, semuanya dinyatakan sembuh,”terang Haedar.

Data dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, Polewali Mandar, hingga sekarang jumlahnya 655 orang. 618 orang dinyatakan sembuh. Sisanya tujuh orang sementara dirawat di RSUD Polewali. Dan, 17 orang sementara isolasi mandiri di RS Pratama. ”Hingga saat ini 13 pasien COVID-19 meninggal dunia,” kata Haedar.

Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani, Desa Parappe, Campalagian, Fakhri Tajuddin Mahdy, yang ditemui secara terpisah merasa legah. Bahwa, ratusan santrinya sembuh setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. ”Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter dari tim gugus COVID dan pihak Dinas Kesehatan, santri kami sudah dinyatakan sembuh,” jelas Fakhri.

“Alhamdulillah dengan izin dan pertolongan Allah, ratusan santri yang sebelumnya terpapar COVID-19, dinyatakan pulih dan sembuh. Karena sebenarnya memang para santri ini orang tanpa gejala atau OTG,” ujarnya Fakhri.

Pengalaman buruk ini, membuat pondok pesantren secara ketat menerapkan protokol kesehatan, utamanya 3M (Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan Memakai Masker). Para santri pun diizinkan pulang ke rumah masing-masing dengan tujuan pemulihan kesehatan mereka.

Tujuannya untuk recovery kesehatan mereka dan namun tetap dianjurkan untuk ”Saran kami bagi santri yang kembali ke rumahnya melakukan isolasi mandiri, segera melapor ke puskesmas setempat jika ada gejala yang muncul,” kata Fakhri. ***

Komentar

News Feed