oleh

Lantaran Sakit, Menipis Harapannya, Nur Faizah Butuh Uluran Tangan

MAMUJU – Semangatnya berlahan memudar. Betapapun ia dikenal sebagai anak yang gigih bersekolah. Namun penyakit yang menderanya mengikis harapannya sedikit demi sedikit.

Namanya Nur Faizah anak dari pasangan Abdul Wahid dan Hijrah. Bocah delapan tahun dari Desa Bonehau Kecamatan Bonehau. Dokter yang menanganinya di Rumah Sakit (RS) Mitra Manakarra, memvonis Nur, dengan penyakit ginjal. Harus mendapat perawatan serius.

Menurut ayah Nur Faizah, Abdul Wahid, anaknya sempat dirawat di rumah sakit beberapa kali. Awal Juni 2019, dibawa ke RSUD Mamuju dan dirawat selama 11 hari.

Namun terpaksa keluar lantaran keterbatasan biaya. Orang tuanya hanya seorang petani jagung, untuk biaya sehari-hari selama di rumah sakit, terasa sulit dipenuhi. Apalagi harga jagung anjlok sema masa pandemi
Covid-19.

Kini, Abd Wahid, berharap pada bantuan pemerintah dan uluran tangan para dermawan, untuk membantu kesembuhan anaknya.

Komunitas SDM PKH Peduli Mamuju, Sastra Iskandar menceritakan, Nur pernah jatuh dari sepeda pada pertengahan November 2019. Mungkin itulah yang memicu sakitnya kini.

Sebulan setelah jatuh, Nur yang duduk dibangku kelas dua SDN Pabettengan Bonehau, mulai merasakan sakit. Pipinya bengkak, menyusul kemudian perutnya.

“Saat itu Nur dibawa ke RSUD Mamuju. Dokter menyarankan untuk kontrol setiap bulan,” sebut Sastra, Sabtu 13 Juni.

Namun pertimbangan biaya transportasi dari Bonehau ke Mamuju, dan biaya sehari-hari sehingga orang tuanya memilij agar anaknya dirawat dikampung menggunkan pengobatan tradisional.

Namun berobat secara tradisional tak menyembuhkan pembengkakan pada perut Nur. Malah semakin membesar. Saat itulah, Juni 2019, Nur dibawa kembali ke RSUD Mamuju dan dirawat selama 11 hari.

Karena keterbatasan biaya, orang tua Nur terpaksa kembali membawanya pulang anaknya ke kampung.

Walaupun Nur, memiliki kartu BPJS Kesehatan. Tetap saja orangtuanya kewalahan memenuhi biaya makan sehari-hari di rumah sakit.

Kini, Nur kembali dirawat di RS Mitra Manakarra. Penyakit yang dideritanya tak bisa dipandang enteng.

Apakah ia akan kembali pulang dengan harapan hampa lantaran terganjal biaya, ataukah Pemkab Mamuju berikut para dermawan akan memberikan perhatian terhadap bocah, dari keluarga kurang mampu itu?. (m2/jsm)

Komentar

News Feed