oleh

Lagi, Kejati Sulbar Tahan Tersangka Tutupan Lahan Mangrove

MAMUJU – Setelah sebelumnya melakukan penahanan terhadap dua tersangka, Kejati Sulbar kemali menahan satu lagi tersangka dalam kasus dugaan korupsi tutupan lahan dengan mangrove, Kamis 3 Juni 2021.

Aspidsus Kejati Sulbar Feri Mupahir menyampaikan, penahanan terhadap tersangka dalam kasus buka tutup lahan mangrove pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulbar tahun anggaran 2016 yang dilaksanakan di Kabupaten Pasangkayu, sudah yang ketiga dari lima tersangka yang sudah ditetapkan.

Siang tadi, Feri Mupahir menyampaikan, berdasarkan Surat Perintah Kajati Sulbar Nomor: PRINT-425/P.6/Fd.2/06/2021, tanggal 3 Juni 2021, dilakukan penahanan terhadap tersangka, MD, selanjutnya akan ditahan di Lapas Kelas IIB Polman selama 20 hari.

Ia menjelaskan, tersangka MD, merupakan salah satu pelaksana kegiatan dan menjadi pihak yang bekerjasama dengan pejabat pengadaan proyek tersebut, yakni NB, yang sebelumnya juga sudah ditahan.

Dalam proyek tersebut, tersangka MD tidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan kontrak, melanikan dilaksanakan oleh orang-orang yang ditunjuk oleh NB.

Kemudian, pembayaran pekerjaan dengan prosedur yang melawan hukum. Beberapa tandatangan cek dari direktur para penyedia dipalsukan dan ada juga menggunakan tandatangan tanpa sepengetahuan dari direktur.

“Berdasarkan laporan hasil audit investigasi BPKP, terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.129.213.609. Perbuatan tersangka melanggar ketentuan Perpres Nomor 54 Tahun 2021 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dan peraturan perubahannya,” ucap Feri Mupahir.

Secara umum, pada tahun 2016 lalu, BLH Sulbar melaksanakan kegiatan pekerjaan tutupan lagan mangrove dengan anggaran Rp 14.788.800.000 yang bersumber dari APBD Sulbar untuk lima kabupaten. Khusus pelasanaan kegiatan serupa di Kabupaten Pasangkayu, anggarannya mencapai Rp 4.981.776.530.

Sebelumnya, Kejati Sulbar sudah menahan dua tersangka. Yaikni, Mr, pada 27 Mei 2021. Penahanan itu sebagai tindak lanjut penanganan perkara kasus dugaan korupsi tutupan lahan mangrove di Kabupaten Pasangkayu.

Tersangka lain yang juga sudah ditahan adalah Nb. Tersangka yang satu ini bertindak sebagai pejabat pengadaan diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam penetapan penyedia pekerjaan. (ham)

Komentar

News Feed