oleh

Kunker Sekjen IBI di Sulbar: Bidan Bersama BKKBN mengawal Ibu-Ibu Risiko Stunting

MAMUJU — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Ade Jubaedah saat melakukan kunjungan kerja (kuker) di Sulbar menyatakan bahwa IBI bersama BKKBN mengawal ibu-ibu yang berisiko stunting. 

“Saat ini, kita melihat BKKBN bukan hanya pelayanan KB atau kontrasepsi saja. BKKBN dan IBI mengawal ibu-ibu yang berisiko stunting, dari hulu sampai ke hilir, yang tentunya berkontribusi bagi penurunan kematian ibu dan bayi,” kata Ade saat tatap muka dengan pengurus IBI provinsi dan kabupaten yang berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Sulbar, Jum’at 24 September 2021.

Lebih lanjut, Ade menyampaikan bahwa kunjungannya ke Sulbar bertujuan untuk melakukan pemantauan terkait krisis kesehatan pasca gempa bumi Mamuju dan Majene pada Januari lalu.

“Tujuan utama monev ini terkait krisis kesehatan yang pernah menimpa sulbar. Pertama, apa yang selama ini dilaksanakan setelah gempa, bagaimana pelayanannya, dan target-target sasarannya. Kedua, melihat langsung kondisi pelayanan di lapangan. Ketiga, apakah program yang telah ditetapkan sudah berjalan dan apa masalahnya. Dan keempat, peningkatan kapasitas bidan melalui kegiatan PPAM, paket pelayanan awal minimum. Adapun hasilnya akan menjadi bahan rekomendasi bagi kebijakan di tingkat pusat,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar Nuryamin menyatakan bahwa kerjasama dengan IBI harus senantiasa berjalan.

“Kerja sama BKKBN dengan IBI tidak bisa dilepas. Kita semua, dan saya secara pribadi lahir dari ibu-ibu bidan dan sampai sekarang tetap bersentuhan dengan bidan. Kerjasama harus kita galang terus. Jika ada penyuluh KB yang perlu dibimbing, tolong mereka untuk dibimbing, karena kita punya cita-cita yang sama, menurunkan kematian ibu dan bayi, termasuk amanah baru, menurunkan stunting sampai 14 persen pada tahun 2024,” ungkapnya. (ian)

Komentar

News Feed