oleh

KPU Pasangkayu Tetapkan DPT di Waktu Subuh

PASANGKAYU – Rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan penetapan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu tahun 2020, berjalan alot.

Pleno dibuka Jumat 16 Oktober, sekira pukul 14.00 wita. Seharusnya, pukul 24.00 wita, rapat masuk agenda penetapan. Namun tertunda dan rapat diskorsing delapan jam. Mulai pukul 16.30 wita. Sebab masih ada pemilih belum tercover di DPT yang akan ditetapkan.

Skorsing dicabut dan rapat dilanjutkan Ketua KPU Pasangkayu, Syahran Ahmad, sekira Sabtu 17 Oktober, dini hari atau sekira pukul 01.50 wita.

Pemilih tersebut sebanyak 5.414 orang, tersebar pada 59 desa dan 4 kelurahan di 12 kecamatan. Tidak dicantumkan namanya dalam DPT yang akan ditetapkan, karena dari tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih hingga DPSHP, mereka belum memiliki KTP elektronik.

Kabid Administrasi Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pasangkayu, I Made Widiasa, mengatakan salah satu syarat utama wajib pilih harus memiliki e-KTP. Sehingga, mereka dalam satu bulan terakhir ini melakukan perekaman dengan menjemput bola ke setiap desa dan kelurahan.

“Dari hasil perekaman tersebut, belum diterbitkan e-KTPnya, karena masih berstatus pemilih pemula serta masih banyak masyarakat yang belum mencabut status kependudukannya di daerah lain,” tutur I Made Widiasa, saat hadir di rapat pleno di aula kantor KPU Pasangkayu.

Dengan informasi bahwa Disdukcapil telah melakukan perekaman, KPU Pasangkayu menskorsing rapat pleno dan melakukan penyandingan data terhadap 5.414 orang itu.

Dari hasil penyandingan, ditemukan sebanyak 1.623 orang pemilih sudah melakukan perekaman. Kemudian dimasukkan ke DPT untuk ditetapkan.

“5.414 itu adalah kerja-kerja KPU bersama penyelenggara adhoc, karena pada saat dilakukan coklit, mereka tidak memiliki e-KTP. Namun tetap didata untuk mempermudah pemetaan pada hari pencoblosan,” terang Syahran.

Jumlah tersebut sebagai bahan KPU Pasangkayu menyandingkan dengan Disdukcapil. Perekaman satu bulan terakhir ditemukan data by name by address, sehingga dimasukkan ke DPT untuk ditetapkan.

Sehingga dari jumlah awal 94.323 yang akan ditetapkan berdasarkan DPSHP, bertambah 1.623 orang. Sehingga, DPT Pilkada Pasangkayu tahun 2020 menjadi 95, 946 orang. Penetapan itu berlangsung Sabtu 17 Oktober sekira pukul 02.56 wita.

Berpolemik

Penetapan itu menuai polemik. Jumlah DPT dianggap tidak akurat oleh Liaison officer (LO) atau tim penghubung masing-masing paslon. LO paslon nomor urut 1, Muslim, jumlah Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Pasangkayu ada 67 ribu lebih.

“DPT dengan jumlah 95.946 orang itu belum akurat, terlampau jauh jika kita bandingkan dengan jumlah KK di Kabupaten Pasangkayu. Selain itu, rapat pleno yang berlangsung sampai subuh apakah legal? Saya butuh penjelasan Bawaslu,” tegas Muslim.

Pernyataan Muslim ditanggapi Ketua KPU Pasangkayu Syahran Ahmad. Katanya, seharusnya grafik pemilih di kabupaten ini setiap Pemilu dan Pilkada itu naik. Seperti Pemilu tahun 2014, DPT Pasangkayu sebanyak 103.000 orang. Namun Pilkada kali ini turun di angka 95.946 orang.

“Sekarang tahun 2020, masa DPT kita berkurang. Harusnya bertambah karena pertumbuhan penduduk. Angka rasionalnya bertambah lima persen per tahun. Itu pun sudah tinggi. Sehingga kami katakan, DPT kita sekarang ini mendekati akurat,” tutur, Syahrah.

Komisioner Bawaslu Pasangkayu, Syamsuddin mengatakan, jika secara mekanisme rapat pleno ini seyogyanya selesai pukul 24.00 wita. Terkait jumlah data pemilih yang memenuhi syarat masuk DPT sebanyak 5.414 orang, itu baru mereka ketahui. Selama ini, data tersebut tak diberikan.

“Jika (masalah data,red) ini sebelumnya telah diberikan ke Bawaslu, tentu kami akan berikan solusi. Sehingga tak larut malam seperti ini. Kami akan lakukan rapat, terkait rapat pleno yang telah melewati waktu berdasarkan mekanisme,” pungkas Syamsuddin. (r3/dir)

Komentar

News Feed