oleh

KPID Sulbar Imbau LP Edukasi Warga Cegah Covid dan Tangkal Hoaks Gempa Sulbar

MAMUJU – Banyaknya informasi yang berseliweran dan tidak jelas sumbernya pascagempa bumi Majene-Mamuju, 15 Januari 2021 lalu, membuat para penyintas gempa mengalami trauma mendalam.

Kondisi itu semakin diperparah ditambah lagi dengan munculnya berbagai isu yang provokatif dari orang yang tidak bertanggungjawab, seolah-olah akan ada gempa susulan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya. Di sisi lain semakin meningkat pula pandemi Covid-19 di Sulbar yang juga harus diputus mata rantainya.

Atas rentetan permasalahan tersebut, Komisioner KPID Sulbar langsung memonitoring dan intens mengimbau Lembaga Penyiaran (LP), terutama televisi dan radio agar meningkatkan perannya sebagai media edukasi dan menyebarkan informasi dalam mencegah dan menangkal hoaks terkait Gempa Mamuju-Majene dan Covid 19.

“Kami KPID mengimbau kepada seluruh pengelola lembaga penyiaran se-Sulbar agar terus memainkan peran dan fungsinya memberikan edukasi, hiburan dan informasi kepada masyarakat luas terkait kondisi yang dihadapi masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Ketua KPID Sulbar April Ashari saat mengunjungi LPPL Mateng, LPS Bamba Manurung dan LPB Mateng TV, Rabu 3 Februari 2021

Selain itu, Ketua KPID Sulbar yang didampingi Anggota Bidang Pengawasan Isi Siaran, Ahmad Syafri Rasyid, juga menekankan pentingnya lembaga penyiaran meminta masyarakat agar tak mudah terpancing dan terpengaruh dengan berita hoaks terkait isu-isu gempa bumi dan tsunami dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Dalam situasi ini diharapkan masyarakat mencari informasi terkait gempa bumi dan perkembangan penanganan Covid 19 sejatinya dari sumber yang memiliki kapabilitas yaitu BMKG dan Tim Satgas Covid dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” kata April Ashari. (ham)

Komentar

News Feed