oleh

Kosong, Empat Gudang Penyimpanan Bulog di Polman

POLEWALI — Empat gudang Bulog di Campurjo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat sudah kosong. Sisa satu gudang terisi sekira 800 ton beras.

Ketua DPRD Polman, Jufri Mahmud bersama dengan Anggota DPD RI, Ajbar Abdul Kadir dan dua wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin dan Hamzah Syamsuddin, Jumat 27 Maret, melakukan pemantaun di gudang penyimpanan beras Bulog di Campurjo Kecamatan Wonomulyo.

Legislator Polman dan Senator RI mendapati gudang tak terisi. “Empat gudang sudah kosong dan satu gudang yang terisi cuma 800 ton padahal kepala gudang menyampaikan kapasitas gudang di Campurjo ini 12.000 ton,” beber Jufri Mahmud.

Pihaknya juga mendapati dua mobil siap berangkat ke Palu. Karena itu, dewan akan menggali soal ketersedian pangan Polman di tengah imbauan pemerintah untuk penutupan akses. Apakah stok aman jika terus dilakukan pengiriman keluar.

“Kita akan pertanyakan ke Bulog seperti apa managemen stok, apakah itu pemerataan stok. Tapi, perlu diingat satu bulan kedepan masuk Ramadan apakah ada yang bisa diserap apalagi hanya beberapa tempat saja yang panen,” terang Jufri.

Kepala Cabang Bulog Polewali, Syamsiar membenarkan jika stok beras di gudang Campurjo masih ada sekira 800 ton. Tapi di gudang Rangas Majene masih ada 153 ton di gudang Polewali masih ada 15 ton. Menurutnya stok tersebut cukup untuk kebutuhan hingga empat bulan kedepan.

“Untuk ketahanan pangan saat ini, kita melayani BPNT dan sedang berjalan adalah pelayanan Maret. Kedepan masih cukup dua bulan, dan kalaupun bisa masuk beras diluar kita terima melalui proses qulity baru bisa dimasukkan di gudang,” katanya.

PIMPINAN DPRD Polman melakukan peninjauan di gudang Bulog Polewali, Jumat 27 Maret 2020. (arf)

Terpisah, mitra Bulog dari UD. Agung Berlian Maspul dan UD Karya Baru Satu mengeluhkan sikap manajemen Bulog di Polewali Manda yang dinilai tidak pernah mengajak mereka berkoordinasi.

“Pimpinan baru ini tidak ada komunikasinya padahal sebelumnya kami selalu dilibatkan dalam rapat koordinasi dan selama ini kami sebagai mitra yang mengisi gudang Bulog dan biasanya mau panen ada rapat,” ujar Bahtiar dari UD Karya Baru Satu.

H. Agus dari UD. Agung Berlian Maspul membeberkan bahwa stok saat ini tergolong kurang. Dampaknya, harga beras dipasaran menjadi mahal, apalagi beras di gudang Bulog Polman ini selalu diboyong ke Palu.

“Selama kurang dari sebulan ini, Bulog Polewali telah mengirim ribuan ton beras Polman ke Palu sehingga harga saat ini di Polman jadi mahal,” beber Agus. (arf/rul)

Komentar

News Feed