oleh

Korupsi Tumbuh Subur Dalam Demokrasi

SIAPAPUN punya peluang melakukan korupsi. Sebagian besar masyarakat menganggap, ini adalah jalan pintas mendapatkan harta yang lebih. Meski itu adalah jalan haram.

Oleh: Hamsina Halik, A. Md.
Pegiat Revowriter

Maka tak heran, dari level individu, kelompok, hingga negara ada saja yang tersandung kasus korupsi. Sebagaimana baru-baru ini riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) mendapati mayoritas Pegawai Negeri Sipil (PNS) melakukan korupsi.

Korupsi Tumbuh Subur Dalam Demokrasi

Riset LSI mendapati mayoritas PNS tak mengetahui terjadinya perilaku korupsi di instansinya bekerja. Riset mendapati, 39,2 persen PNS sama sekali tak mengetahui dan 30,4 persen kurang tahu terjadi korupsi di instansinya.

Tentu saja ini bukan pertama kalinya kasus korupsi terjadi. Pencegahan dilakukan dengan memberikan sanksi berupa pemecatan tidak hormat pada PNS korup. Berharap ini akan menjadi pelajaran bagi PNS lainnya. Bahkan, disebutkan, tiap bulan KemenPAN-RB melakukan pemecatan kepada para PNS korup.

Sebagaimana dilansir dari merdeka.com, “Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Menpan RB) Tjahjo Kumolo tak menampik masih mendapati PNS atau ASN yang terjerat korupsi. Tjahjo menyebut setiap bulan Kemenpan RB memecat tidak hormat para PNS korup.”

Problem Sistemik

Tak bisa dibantah lagi, korupsi makin menjadi-jadi dalam sistem demokrasi. Sudah menjadi rahasia umum. Saking seringnya, bahkan sudah dianggap hal biasa. Tak ada lagi rasa malu dan bersalah memakan uang yang bukan haknya. Selama kepentingan pribadi dapat terpenuhi. Halal haram tak jadi soal.

Komentar

News Feed