oleh

Korona tak Pengaruhi Kualitas Pemeriksaan BPK

MAMUJU – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwailan Sulbar baru saja mengalami pergantian kepemimpinan.

Di Gedung BPK Sulbar di Mamuju, Jumat 13 November 2020, diselenggarakan serah terima jabatan (sertijab) Kepala BPK Sulbar. Jika sebelumnya dijabat oleh Muhamad Toha Arafat, sekarang tanggung jawab itu diemban Hery Ridwan.

Korona tak Pengaruhi Kualitas Pemeriksaan BPK

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal BPK RI Nomor 160/K/X-X.3/10/2020 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Dalam dan Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama pada Pelaksana Badan Pemeriksa Keuangan.

Penandatanganan naskah sertijab dan penyerahan buku Memori Akhir Jabatan dari Muhamad Toha Arafat kepada Hery Ridwan disaksikan Auditor Utama Keuangan Negara VI Dori Santosa. Kehadiran Dori mewakili Anggota VI BPK RI/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara VI BPK RI Harry Azhar Aziz.

Dalam sertijab itu, Dori Santosa menyampaikan, adanya pandemi virus korona atau Covid-19 secara langsung telah berpengaruh dan mengakibatkan pemerintah daerah melakukan refocusing, realokasi anggaran, serta penyesuaian terhadap program kegiatan maupun pelayanan kepada masyarakat. Namun BPK tetap berkomitmen menjaga kualitas pemeriksaannya.

“Di tengah keterbatasan akibat pandemi, BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan tetap berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas pemeriksaan, guna mendorong pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan agar dapat menjadi bahan acuan dan referensi utama bagi eksekutif maupun legislatif dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan pengelolaan keuangan daerah,” ungkap Dori Santosa.

Apresiasi Pemprov

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar pada kesempatan tersebut menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Muhammad Toha Arafat atas segala bimbingannya dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah, sehingga Pemprov Sulbar mencapai WTP secara berturut-turut bahkan seluruh pemerintah kabupaten se Sulbar dalam tahun anggaran 2019 juga dapat mencapai opini WTP.

Ali mengatakan, hasil pemeriksaan BPK terhadap laporan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, memberikan keyakinan bahwa pengelolaan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi pemerintah sistem pengendalian intern yang memadai dan menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

“BPK tidak hanya semata-mata melakukan pemeriksaan, tetapi lebih dari itu, juga melakukan pembinaan dan bimbingan khususnya kepada pengelola keuangan bagaimana lebih memperbaiki kekurangan dan kelemahan dalam pengelolaan keuangan daerah,” ucapnya.

Jam Terbang

Perlu diektahui, Muhamad Toha Arafat menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPK Sulbar dari 3 Februari 2020 hingga 7 Oktober 2020. Setelah itu, ia diserahi amanah sebagai Kepala Auditorat Investigasi Keuangan Daerah pada Oktober 2020.
Sebelumnya Arafat pernah menjabat sebagai Kepala Auditorat IV.C (November 2018). Selain itu, juga pernah menjabat sebagai Kepala Subauditorat NTB I (November 2017), Kepala Subauditorat AKN IV A.2 (Februari 2017), Kepala Subauditorat Kalimantan Timur (November 2011), dan Kepala Subauditorat Sulawesi Tengah (Maret 2010).

Lalu sejauh mana dengan pengalaman Kepala PBK Sulbar yang baru Hery Ridwan? Ia memulai karir di BPK RI pada 1991. Menjabat Kepala BPK Sulbar terhitung mulai Oktober 2020.

Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala BPK Kalimantan Barat pada Februari 2020. Selain itu, juga pernah menjabat sebagai Kepala PBK Jambi (Februari 2009), Kepala Auditorat III.A.1 (Februari 2015), Kepala Subauditorat III.A.1 (Maret 2010), Kepala Sub Direktorat Evaluasi dan Pelaporan Pemeriksaan Kinerja (Oktober 2008), Kepala Seksi II.A.1.1 (Agustus 2007), dan Kepala Seksi DJBC (Februari 2006). (ham)

Komentar

News Feed