oleh

Korona Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Sebaiknya Ditunda

MAMUJU – Berdasarkan data New All Record (NAR) Tim Gugus Tugas Covid-19 Sulbar pada Kamis 24 Desember 2020, terjadi penambahan positif korona sebanyak 63 kasus. Rinciannya, Kabupaten Pasangkayu 34 kasus, Mamasa 1, Mamuju Tengah (Mateng) 3, Mamuju 18 kasus, dan Polewali Mandar (Polman) 7 kasus.

Untuk yang dinyatakan sembuh pada hari ini ada 15 orang. Masing-masing; Pasangkayu 6 orang dan Mamasa 9 orang. Sementara yang meninggal dunia terdapat di Mamasa 2 kasus dan 1 di Polman.

Secara keseluruhan, hingga 24 Desember, total positif korona di Sulbar sudah mencapai 1.822 kasus. Yang dinyatakan sembuh 1.480 dan meninggal 30 orang.

Melihat perkembangan kasus tersebut yang sudah semakin membahayakan, Wakil Ketua I DPRD Sulbar Usman Suhuriah meminta agar rencana pemerintah untuk menerapkan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah, sebaiknya dikaji kembali. Sebab wabah virus korona di Desember ini justru melonjak.

Menurutnya, sebelumnya pemerintah memberlakukan pembelajaran secara daring karena alasan wabah korona. Beberapa waktu lalu, karena melihat trend korona mulai sedikit menurun, timbullah rencana untuk meberlakukan pelajaran tatap muka kembali. Sekarang, kondisinya justru berbalik. Sepertinya ada serangan gelombang kedua korona.

Sebab itu, kata Usman, rencana penerapan pembelajaran tatap muka perlu ditinjau ulang. “Perlu dengan mempertimbangkan trend kenaikan terinfeksi Covid-19. Trendnya meningkat, termasuk di Sulbar,” ucap Usman, Kamis 24 Desember 2020.

Ia meminta, agar pemerintah bersama tim gugus tugas penanganan covid, melakukan analisis dengan cermat. Jika situasi semakin berbahaya, tentu pembelajaran tatap muka di sekolah sebaiknya diurungkan dulu. Jika kebijakan tersebut dipaksakan, justru akan membahayakan peserta didik dan para guru. (ham)

Komentar

News Feed