oleh

Klaster Marasa I Siap Diusul ke Dewan

ROMBONGAN FAM Trip Tour telah merampungkan Jelajah Wisata Sulbar Marasa 1. Sulbar harus punya paket wisata siap promosi.

Laporan: Imran Jafar, Mamuju

Klaster Marasa I Siap Diusul ke Dewan

Hari keempat Rombongan FAM Trip Tour Jelajah Wisata Sulbar Marasa 1 telah menyelesaikan penjejakan destinasi wisata unggulan mulai dari Mamuju, Mamasa, Polman, Majene.

Empat kabupaten ini disebut Klaster Wisata Sulbar Marasa I. Catatan selama perjalanan akan dirumuskan untuk kemudian diusulkan ke legislatif Sulbar, guna membenahi kekurangan paket wisata tersebut.

Dinas Pariwisata Sulbar sengaja membagi klaster destinasi wisata di Sulbar menjadi tiga klaster: Klaster I mencakup empat kabupaten Mamuju, Mamasa, Polman, dan Majene.

Klaster II Mamuju Tengah dan Pasangkayu, dan Klaster III adalah Pulau-Pulau Kecil di Sulbar. Pengelompokan ini, biar fokus dalam penanganan wisata di Sulbar.

Perjalan Marasa I, dari Mamuju bertolak dari Pulau Karampuang, Museum dan Rumah Adat Mamuju, hingga permandian Tamasapi. Lanjut di Hari Kedua Permandian Air Panas Nusantara di Mamasa. Hari Ketiga, Wisata Anggrek, Hutan Pinus, Villa Edelweis, Air Terjun Liawan.

Hari terakhir, Rombongan mengunjungi pembuatan kain tenun tradisional Mandar di Karama, dan Pusat Pemasaran Kain Sutra khas Mandar, di Laliko Kabupaten Polman.

Bicara soal kain tenun, telah lengkap objek wisata kain tenun khas Sulbar yakni Kain Tenun Sekomandi di Mamuju, Kain Tenun Sambu di Mamasa, dan Tenun Saqbe Mandar. Inilah tiga kain tenun yang menjadi jualan di Klaster Wisata Sulbar Marasa I.

Usai dari Polman, perjalanan kembali ke Majene. Kunjungan pertama adalah Pantai Dato Majene. Disana sedang proses pembenahan sehingga beberapa gazebo belum dapat ditempati.

Kepala UPTD Pantai Dato Majene, Rahmatullah mengatakan, pembangunan yang sedang berproses adalah rabat beton serta penambahan gazebo. Dana yang digunakan merupakan bantuan dari Kementerian Pariwisata.

Kata Rahmatullah, berkunjung ke Pantai Dato Majene paling cocok saat sore. Senja akan menampilkan panorama keindahan pantai Majene. “Kalau siang-siang begini memang agak sepi, tapi nanti sore itu baru ramai,” tuturnya.

Selanjutnya, menuju Museum Mandar dan Makam Raja-Raja. Saat sedang berada di destinasi wisata itu, matahari Rabu 18 November sudah sejajar ubun kepala.

Rombongan pun bersiap-siap kembali ke Mamuju. Namun, perjalanan pulang itu tidak sekadar melewati poros Trans Sulawesi. Masih terdapat wisata bahari yang dikunjungi, salah satunya, Wisata Baluno khas dengan pelestarian Mangrove di Kecamatan Sendana, Majene.

Itu adalah pelestarian Mangrove pertama di Provinsi ke-33 ini. Mulai memasang pondasi pada 1990, hingga kini terus berkembang dan mencapai puluhan hektar area mangrove. Semoga bisa terus bertahan dan berkembang.

Dan sudah sewajarnya jika Aziil Anwar selaku pengelola dan Penggagas Mangrove Learning Center (MLC) itu, meraih beberapa penghargaan dari pemerintah pusat.

Usai mengunjungi Wisata Baluno, rombongan kembali ke Mamuju, dan kegiatan FAM Trip Tour Jelajah Wisata Sulbar Marasa I selesai.

Beberapa catatan krusial yang terangkum dalam kepala para anggota rombonga, diantaranya; soal akses, penunjuk arah, sarana dan prasarana pendukung kawasan wisata. Umumnya masih minim.

Kepala Dinas Pariwisata Sukbar, Farid Wajdi mengatakan, dari hasil jelajah wisata itu akan menjadi catatan untuk disampaikan ke pihak DPRD Sulbar.

Harapannya, pada 2021 catatan itu bisa terhapus dengan dukungan kebijakan yang pada akhirnya mendongkrak kunjungan wisatawan ke Sulbar. (***)

Komentar

News Feed