oleh

Klaster Baru di Kecamatan Balla, 11 Warga Terkonfirmasi Korona

MAMASA – Muncul klaster baru penyebaran virus korona di Kabupaten Mamasa. Ini setelah seorang warga Dusun Rante Sepang Desa Balla Kecamatan Balla berinisial SS berjenis kelamin laki-laki terkonfirmasi postifi korona. Pasien tersebut sedang menjalani proses perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali.

Terkait adanya warga Rante Sepang Desa Balla positif, tim gugus tugas Kabupaten Mamasa melakukan traking dengan memeriksa sejumlah warga yang pernah kontar erat dengan pasien SS. Hasil pemeriksaan swab ternyata ada 11 warga asal Rante Sepang Desa Balla yang tertular virus korona setelah melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga di desa tersebut sudah ada 12 warga terkonfirmasi korona.

Sehingga Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Mamasa bertambah menjadi 24 orang. Dimana 12 orang dinyatakan sudah sembuh, sementara satu warga sementara dalam perawatan di RSUD Polewali.

Dari 11 kasus tambahan positif, diantaranya lima orang berjenis kelamin laki laki dan enam berjenis kelamin perempuan. Sebelas orang tambahan terkonfirmasi positif Covid-19 semua berada di Kecamatan Balla.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Sulbar Bidang Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit Muhammad Ihwan membenarkan jika saat ini Mamasa dapatkan tambahan kasus baru. “Dimana ada 11 orang yang hasil swabnya positif,” ujar Muhammad Ihwan.

Lanjutnya, dari 11 orang tersebut tidak memiliki riwayatnya perjalan keluar daerah. “Namun, memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Mamasa dr. Hajai S Tangga mengatakan dengan adanya 11 orang yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 pihaknya akan melakukan penanganan lebih lanjut.

“Tim medis akan melakukan tracking sesuai dengan SOP penanganan Covid-19,” jelasnya.

Pihaknya akan meningkatkan sosialisai protokol kesehatan. Fokus pada pencegahan Covid-19, sambil tetap melakukan sosialisasi Perbup,” tambahnya.

Ia mengaku, dan saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran akan kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19. “Jadi kita akan lihat siapa-siapa yang telah kontak,”

Selain itu, desa yang telah terpapar pihak pemerintah setempat dan masyarakat meminta agar akan dilakukan pembatasan. “Mereka minta akan membuat portal masuk, di desanya,”tambahnya.

Kepala Bidang Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mamasa Into Raharap menyampaikan pada 18 September lalu seorang pasien berinsial SS dirujuk ke RS Bhakti Kasih Polewali dari RSUD Kondosapata Mamasa atas permintaan keluarga.

“Namun, saat rujuk Di RS Bhakti Kasih pasien diswab, pada tanggal 19 Sepetmber hasilnya ke luar, ternyata terkonfirmasi covid-19,” jelas Into.

Berawal dari terkonfirmasinya pasien SS, tim medis melakukan tracking kepada kelurga pasien yang diduga memiliki kontak erat, sebanyak 18 orang. “Dan dari 18 orang tersebut, 11 orang dinyatakan dinyatakan positif.

Into menyebutkan pihaknya kembali melakukan tracking kepada 11 orang tersebut. “Yang dianggap pernah kontak dengan 11 orang pasien tersebut. Ternyata hasilnya 11 orang tersebut terkonfirmasi korona,” tambahnya.

Saat ini dari 11 orang terkonfirmasi positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri. “Karena tidak memiliki gejala, sesuai protap Revisi V Penanganan Covid-19 maka dilakukan isolasi mandiri,” tambahnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed