oleh

Kesulitan Tertibkan Pedagang Kaki Lima

MAJENE–Banyak warga disekitar Pasar Sentral Majene minta padagang kaki lima ditertibkan. Namun, kepala UPD Pasar mengaku kesulitan menertibkan.

Seorang warga mengatakan, keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan bahu jalan membuat arus lalulintas macet. “Kita kesulitan melewati jalan. Angkutan umum, ojek dan becak ingin saling mendahului. Kasihan Pak. Bila kita ingin ke Puskesmas Banggae I sangat terganggu,” keluh Firman, Sabtu 6 Juli.

Menurut Firman, setiap pagi kondisi jalan dibelakang Pasar Sentral Majene kacau balau. Itu dirasakan mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WITA. Itu terjadi lantaran pedagang kaki lima menggunakan bahu jalan tempat berjualan. Selain itu, sejumlah kendaraan berebut dari arah berlawanan. mana jalan sangat sempit. “Banyak kendaraan yang melanggar rambu lalulintas. Terutama mobil angkutan umum,” ungkapnya.

Senada juga diungkap pengendara, Tanda, katanya, kemacetan jalan di belakang Pasar Sentral sulit diatasi lantaran konsumen dan pedagang kaki lima memadati bahu jalan. Belum lagi beberapa pengendara ingin saling mendahului saat melewati. “Petugas perlu disiagakan setiap jam enam hingga pukul 10.00 WITA. Kemudian pedagang yang menempati bahu jalan harus dipindahkan,” pintanya.

Kepala UPTD Pasar Sentral Majene Syamsuddin mengaku kesulitan mengatasi pedagang kaki lima. Kata dia, pedagang tumpah setiap pagi di belakang Pasar Sentral Majene. Jadi sulit ditertibkan. “Kita sudah larang tapi dua hari kemudian datang lagi,” kilahnya.

Pedagang yang jumlahnya sekira 40 orang itu, menurut Syamsuddin, umumnya sudah lanjut usia. Mereka datang menjual hasil bumi seperti ubi kayu, pisang, gula merah dan sayuran. Mereka tidak diarahkan ke dalam pasar karena tempat sudah penuh. “Mereka ini pedagang musiman dan menghilang setelah jam sepuluh,” terangnya.

Syamsuddin menyebut, kesalahan awal terjadi pada kendaraan umum. Mereka membongkar muatannya dibelakang pasar. Akibatnya konsumen berkumpul di tempat itu dan pedagang otomatis melayaninya di tempat itu juga. “Harusnya pemerintah daerah pikirkan tempat pembongkaran khusus disekitar pasar. Kalau tidak pasar tumpah setiap pagi sulit ditertibkan,” pintanya.

Jika boleh, lokasi portal di samping pasar, sebaiknya difungsikan untuk pembongkaran barang. Lokasi tersebut juga sangat strategis jadi pasar subuh. “Itu yang kami usulkan pada dinas terkait. Kan waktunya hanya sampai jam sepuluh pagi,” tandasnya. (kdr)

Komentar

News Feed