oleh

Kerusakan Jaringan Pipa PDAM Capai 70 Persen

MAMUJU – Hingga kemarin air bersih belum sepenuhnya mengalir ke rumah warga.

Hanya beberapa titik yang tetap mengalir, salah satunya di Jl. Kartini, sempat putus, namun mengalir kembali tiga hari pascagempa.

Warga yang masih belum mendapat suplai air bersih dari PDAM Tirta Manakarra, hanya mengandalkan air bersih yang disuplai para relawan. Sperti Palang Merah Indonesia (PMI), Pemadam Kebakaran (Damkar) Mamuju dan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), melalui mobil tangki.

Kendati suplai air bersih tersebut hanya berfokus di posko pengungsian. Tidak mobile ke rumah-rumah warga. Padahal pasokan air di rumah warga sangat dibutuhkan.

Salah seorang warga di Kelurahan Rimuku, Riswan mengatakan, PDAM Tirta Manakarra mestinya tanggap memperbaiki jaringan instalasi air bersih yang rusak agar bisa tersuplai ke pelanggannya.

“Listrik hari ke dua pasca gempa sudah menyala. Air sudah satu minggu belum juga ada. Saya tidak tahu di daerah lain, tapi di Rimuku tidak ada sama sekali,” kata Riswan, saat di temui di kediamannya, Minggu 24 Januari.

Direktur PDAM Tirta Manakarra Mamuju, Muhammad Nur menjelaskan, beberapa instalasi pengolahan di wilayah kota serta jaringan-jaringan pipa distribusi ke pelanggan terputus karena tertimbun longsoran saat gempa.

“Tingkat kerusakan mencapai 70 persen dengan 8.000 pelanggan terhenti menerima suplai air dari total 11.000 pelanggan. Semua bangunan instalasi pengolahan rusak,” sebut Muhammad Nur.

Menurut Nur, ada tiga wilayah instalasi distribusi air di kota Mamuju. Yakni bagian utara, tengah dan selatan. Wilayah bagian tengah merupakan paling parah. Sekira 6.000 pelanggan terdampak karena instalasi rusak total.

“Sementara di wilayah utara dan selatan masing-masing satu instalasi sudah mulai beroperasi,” ungkapnya.

Nur mengaku, perbaikan instalasi air bersih terus dikerjakan sejak 18 Januari secara bertahap. Pipa-pipa jaringan di perbukitan menjadi tantangan utama karena dilokasi rawan longsor.
“Kami sedang upayakan pemulihan segera bisa dilakukan walau belum 100 persen, semua bertahap,” pungkasnya (ajs/jsm)

Komentar

News Feed