oleh

Kemendikbud dan Pemkab Polman Teken MoU, Dukung Program Sekolah Penggerak

POLEWALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Polewali Mandar tanda tangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia terkait program sekolah penggerak, Senin (20/9/2021).

Kepala Disdikbud Polman Andi Masri Masdar menjelaskan program sekolah penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasilais.

“Untuk menciptakan kondisi tersebut kita membutuhkan kondisi sumberdaya manusia yang bagus. Dalam hal ini kita butuh kepala sekolah sebagai leader yang bagus untuk mencetak generasi sesuai dengan visi misi terciptanya pelajar pancasilais,” jelas Andi Masri Masdar.

Pihaknya mengharapkan banyak sekolah atau kepala sekolah mulai dari TK hingga SMP agar kiranya bisa semaksimal mungkin memanfaatkan kuota yang diberikan oleh Kementerian karena tidak semua daerah dapat program ini.

Program sekolah pengerak di Sulbar baru dua tahun diterapkan yakni tahun pertama di Majene dan tahun kedua di Polman dan Mamasa. Setelah melalui perjuangan meyakinkan Kementerian Pendidikan agar program ini juga menyasar Polman.

Ia mengungkapkan, banyak bantuan yang akan diterima yang masuk dalam sekolah penggerak. Seperti bantuan sarana prasarana sekolah, prasarana pendukung menuju sekolah digital dan bantuan lainnya berupa laptop dan komputer.

Program guru penggerak ini guru dan kepala sekolah dibekali bagaimana menjadi pendidik yang handal.

“Kita harapkan 66 guru yang sudah mendaftar sebagai guru penggerak. Dilanjutkan sekolahnya bisa mengikuti dengan mendaftar sebagai sekolah penggerak,” harapnya.

Proses pendaftaran sekolah penggerak ini hingga Oktober dan tahapannya sampai pada Januari 2022.

Perwakilan Kemendikbud Sinar Alam menyampaikan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Polman dengan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud terkait sekolah penggerak. Dimana Polman masuk dalam tahap kedua termasuk dalam 139 kabupaten di Indonesia.

“Pada tahap dua ini Sulbar diwakili oleh Kabupaten Polman dan Mamasa. Program ini merupakan bagian dari merdeka belajar. Ada beberapa program pendampingan yang akan dilakukan diantaranya penguatan SDM,” jelas Kepala LPMP Sulbar ini.

Program sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul kepala sekolah dan guru.

Program sekolah penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program sekolah penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri dan swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak satu dua tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi program sekolah penggerak. (arf/mkb)

Komentar

News Feed