oleh

Kemenag-KPID Sulbar dan Pemuda Lintas Agama Garap Film Pendek “Siwali Parriq”

-Mateng-6.640 views

TOBADAK – Siwali Parriq, dua suku kata yang menggambarkan kerukunan dalam keberagaman budaya, suku dan agama di Desa Polongaan, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

Siwali Parriq, jika dikonversi dalam bahasa Indonesia, kurang lebih mengandung makna senasib dan sepenanggungan. Disana ada saling peduli antar sesama tanpa memandang status sosial.

Kata Siwali Parriq menjadi film pendek yang digarap Sub Bagian Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama (Ortala dan KUB) Kanwil Kemenag Sulbar, berkalaborasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar, pemerintah desa, dan Pemuda Lintas Agama.

Menanggapi langkah Kemenag Sulbar ini, Penjabat Kades Polongaan Muh. Saiful S, merespon positif kegiatan Kemenag Sulbar yang ingin membuat film pendek dengan melibatkan anak muda yang tergabung dalam pemuda lintas agama Desa Polongaan ini.

“Kerukunan umat beragama cukup terjalin dengan baik. Selama ini, toleransi beragama saling tetap terjaga sejak desa ini berdiri tahun 1990,” jelas Saiful.

Ditemui di Kantor Desa Polongaan, Minggu, 13 Juni 202, Kakanwil Kemenag Sulbar yang diwakili Kasubag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Sulbar Muhammad Abidin menyampaikan, alasan Desa Polongaan ini dijadikan sebagai ikon kerukunan berawal dari pemetaan, strategi wilayah dan rumah ibadah.

Komentar

News Feed