oleh

Kembangkan Pertanian Terpadu, LMP Cari Lahan 15 Hektar di Polman

POLEWALI – Berkunjung ke Sulbar, Panglima Besar Laskar Merah Putih(LMP) Djamaluddin, mencari lahan 15 hektar untuk pengembangan pertanian terpadu di Polewali Mandar (Polman).

Hal ini disampaikan oleh Djamaluddin saat berkunjung ke Sekretariat LMP Markas Cabang Polman, beberapa hari lalu. Kunjungan ini dilakukan usai menyalurkan bantuan ke sejumlah korban gempa bumi di wilayah Kabupaten Majene.

Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab dipanggil Daenk Jamal ini disambut sejumlah pengurus inti LMP Macab Polman di Jalan H.A Depu, depan SMA Negeri 1 Polewali. Ia memaparkan program unggulan LMP secara nasional, baik yang sementara berjalan maupun kegiatan yang sementara berproses.

Program unggulan pertama, Sebut Jamal, adalah pengadaan 100 titik penerang listrik bertenaga surya. Program tersebut sudah diserahkan secara simbolis kepada Pemkab Polman akhir tahun lalu dan tinggal menunggu pengangkutan dari Jakarta. “Alat-alatnya akan segera diangkut ke Polman dan sebentar lagi akan terwujud insyaAllah,” kata Daenk Jamal optimis.

Selain itu, LMP di bawah kepemipinan Arsyad Cannu ini juga sementara menggagas program 1 juta kelompok pemuda tani. Hal itu searah dengan program Presiden Joko Widodo untuk mencetak 1 juta pemuda tani dan pembukaan lahan seluas 2,5 juta hektar sawah baru.

Menurut Daenk Jamal, program tersebut telah dipaparkan di hadapan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin limpo, Oktober tahun lalu. “Alhamdulillah beliau merespon baik program ini,” tambahnya.

Bahkan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) langsung mengumpulkan semua dirjennya dan mengimbau agar program dan terobosan LMP tersebut dapat diperhatikan, karena dianggap sebagai terobosan yang baik. Untuk merealisasikan program itu, LMP akan mencari dan menyiapkan lahan seluas 15 hektar di Kabupaten Polman.

Dalam lahan tersebut, urai Jamal, akan dibuat satu klaster dengan menggabungkan sektor bidang pertanian, perkebunan dan perikanan sekaligus. “Di dalamnya ada kolam ikan dengan 3.000 ekor bibit, 20 ekor ternak kambing,10 pasang ternak sapi, 100 ekor ayam dan 100 ekor itik,” sebutnya lagi.

Penggabungan itu dilakukan untuk mempermudah para petani di Polman melakukan kegiatannya dan bisa meningkatkan penghasilannya sekaligus. Sebab pertanian, perikanan dan perkebunan berjalan secara bersamaan dan berkesinambungan.

“Nanti ketika selesai panen sawah, masih ada tanaman lain yang akan panen seperti sayuran, jagung. Belum lagi hasil peternakan dari telur ayam dan itik, kambing dan ternak sapi. Tak terkecuali dari perikanan ada kolam ikan yang setiap saat bisa dipanen,” tutup Daenk Jamal. (arf/ham)

Komentar

News Feed