oleh

Kelas Anti Narkoba Khusus Warga Binaan Pemasyarakatan

MAJENE–DAN (Aliansi Duta Anti Narkoba) Kabupaten Majene meluncurkan program kelas anti narkoba yang dikhususkan warga binaan pemsyarakatan (WBP). Kelas anti narkoba ini merupakan bagian dari Majene Bebas Narkoba.

Ketua Panita Nurul Aini menyatakan, kelas anti narkoba adalah salah satu kegiatan rutin dari duta anti narkoba di Majene. Program tersebut dikhususkan untuk narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus narkoba di Rutan Majene. “Kelas anti narkoba adalah bagian dari Program Majene Bebas Narkoba yang kita dilaunching hari ini,” kata Nurul, Minggu 30 Juni.

Nurul berharap kelas anti narkoba, mampu menyadarkan WBP sehingga tak lagi menyentuh barang haram itu. Ia berharap, programnya ini dapat merangkul kaum millenial untuk bersama-sama memerangi narkoba di kota pendidikan ini. “Itu sebab kami mengundang beberapa siswa, OKP, dan lembaga kemahasiswaan untuk mendeklarasikan anti narkoba,” ungkap Nurul, kepala sekolah kelas anti narkoba.

Ketua Anti Narkoba Majene, Andi Muh Reski, menjelaskan kelas anti narkoba sebagai edukasi dan pencerahan bagi narapidan kasus narkoba. Mereka diberikan bimbingan terkait permasalahan serta dampak negatif yang ditimbulkan akibat narkoba. “Kami juga melibatkan beberapa narasumber dari instansi terkait untuk memberikan pencerahan tentang keagamaan dan kegiatan lain,” jelasnya.

Reski berharap, napi yang terlanjur terjerumus, sedianya menyadari kesalahannya. Dampak negatif yang ditimbulkan tentu sangat mempengaruhi masa depan mereka. Belum lagi keluarga yang ikut terimbas atas kesalaham yang dilakukan. “Intinya kami membangun kesadaran moral dan spiritual mereka, agar kelak tidak mengulangi perbuatan haram tersebut,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2019, Riski mengajak masyarakat Majene untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba. Terutama pada generasi millenial diharapkan menjauhkan diri dari barang haram tersebut.

Kepala Rutan Kelas IIB Majene I Wayan Nurasta Wibawa mengapresiasi semangat Duta Anti Narkoba Majene, dalam memerangi narkoba di Bumi Assamalewuang. Ia berharap program kelas anti narkoba yang dijalankan di Rutan Majene bisa memberikan perubahan positif. “Semoga pembinaan WBP ini dapat mengurangi penyalahgunaan narkotika di Indonesia, khususnya di Kabupaten Majene ini,” harap Wayan.

Menurutnya, WBP kasus narkoba di Rutan Majene ada berkitar 40 persen. Yaitu sebanyak 39 dari 109 total napi. Itu berarti permasalahan narkoba masih berada pada level luar biasa. Penanganannya pun harus luar biasa. “Makanya kerjasama ini langsung kami sambut dengan baik,” ungkapnya.

Sekertaris Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Majene Suadi, mengaku bangga atas kegiatan yang diselenggarakan Duta Anti Narkoba Majene. Menurutnya, gerakan duta anti narkoba yang dimotori kaum millenial terlihat begitu bersembangat dan sangat aktif. Pelaksanaan kegiatan tersebut sudah sesuai harapan BNK. “Sebagai salah satu dari panitia yang memilih kalian, tentu ikut berbangga. Semoga kegiatan ini semakin meningkat,” harapnya. (kdr)

Komentar

News Feed