oleh

Kejari Pasangkayu Segera Tuntaskan Korupsi Benih, Tersangka Baru Serahkan 50 Juta

PASANGKAYU–Kejari (Kejaksaan Negeri) Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, segera menuntaskan beberapa perkara dugaan korupsi bantuan budidaya benih padi dan benih padi perluasan program tanam jajar legowo di Kabupaten Pasangkayu.

Kasi Pidsus (Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus) Kejari Pasangkayu, Nasrah Totoran meyampaikan, salah satu kasus yang akan dituntaskan itu adalah dugaan korupsi bantuan budidaya benih padi produktivitas (intensifikasi) dan benih padi perluasan (ekstensifikasi) dalam program tanam jajar legowo di Kabupaten Pasangkayu.

Ia menyebutkan, pada proyek yang mendapatkan pendanaan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulbar tahun anggaran 2016 , telah menimbulkan kerugian negara senilai Rp 551.237.500.
Dalam perjalanan penanganan kasus ini, kejaksaan telah menetapkan pelaksana kegiatan tersebut yakni WG sebagai tersangka.

Selain penetapan tersangka, Nasrah mengaku jika kejaksaan juga fokus untuk menyelamatkan uang negara dengan cara meminta tersangka untuk melakukan pengembalian.

Hasilnya, Jumat 31 Mei 2019 sekira pukul 11.00 Wita di Kantor Kejari Pasangkayu telah dilaksanakan penyerahan sebagian kerugian negara senilai Rp 50.000.000. Uang itu diserahkan tersangka WG kepada pihak Kejari Pasangkayu yag diwakili oleh Kasi Pidsus Nasrah Totoran.

Proses ini juga disaksikan oleh Kasi Intel Kejari Pasangkayu Fauzipaksi dan Staf Intel Rene Anggara.

Adapun kerugian negara tersebut didapatkan berdasarkan laporan hasil audit atas dugaan tipikor bantuan budidaya benih padi produktivitas dan benih padi perluasan program tanam jajar legowo di Kabupaten Pasangkayu pada Distanak Sulbar Nomor: SR-103/PW32/5/2019 tanggal 14 Mei 2019. (ham)

Komentar

News Feed