oleh

Kejari Mamuju Musnahkan Barang Bukti

MAMUJU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju memusnahkan barang bukti dari 158 perkara tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Barang bukti yang dimusnakan mulai dari narkotika, senjata api, hingga senjata tajam. Barang bukti tersebut berasal dari perkara tahun 2017 hingga Mei 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamuju Ranu Indra mengatakan, pemusnahan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Kejari Mamuju. Barang bukti yang bisa dimusnahkan hanya perkara yang sudah inkracht.

“Ada beberapa barang bukti. Palinng banyak narkotika jenis sabu, beratnya sekira satu kilogram,” kata Ranu, saat di Kantor Kejari Mamuju, Kamis 6 Februari.

Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Mamuju Arief Mulya Sugiharto mengatakan, dari 158 perkara tersebut, 129 perkara merupakan tindak pidana narkotika.
Arief menyebut, barang bukti yang dimusnahkan adalah sabu sekira satu kilogram, ekstasi empat biji, 2.284 butir THD, serta satu unit senjata api dan sepuluh senjata tajam.

“Kenapa barang bukti tahun 2017 baru dimusnahkan di tahun 2020, karena perkaranya masih berproses hukum. inkracht-nya baru saat ini, makanya langsung dieksekusi,” jelas Arief.

Pemusnahan tersebut merupakan rangkaian dari sistem penegakan hukum mulai dari tahapan penyidikan, penuntutan hingga eksekusi terhadap barang bukti kejahatan.

Melihat barang bukti yang dimusnahkan Kejari Mamuju, menunjukkan jika tingkat kerawanan tindak pidana narkoba di Mamuju cukup tinggi. Warga pun menjadi target pasar narkoba. Tak hanya warga sipil yang menjadi target, beberapa oknum penegak hukum juga mengonsumsi barang haram tersebut sehingga harus ditahan di Mapolda Sulbar. (m2/jsm)

Komentar

News Feed