oleh

Kasus Penikaman di Tikke, Hanya Satu Orang Jadi Tersangka

PASANGKAYU – Bermaksud menyelamatkan temannya yang tersungkur usai dipukul menggunakan balok, seorang pria berusia 30 tahun harus meregang nyawa.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Tikke, Pasangkayu, medio pekan lalu. Korban berinisial M, mengalami luka tusuk sebilah badik di bagian dada sebelah kiri. Kini, pelaku telah berstatus tersangka dan ditahan Polres Pasangkayu.

Kapolres Pasangkayu, AKBP Leo Hamonangan Siagian, menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Awalnya, pelaku yang berinisial MM bersama tiga orang rekannya berangkat dari Desa Pedanda Kecamatan Pedongga. Mereka menggunakan dua unit sepeda motor, dengan tujuan mencari seorang pria berinisial R, di sekitar PT Letawa.

Dalam perjalanan, MM melihat R. Saat itu R tengah bersama M sedang makan di sebuah warung di Tikke. Pelaku bersama rekan-rekannya pun singgah dan bertanya. “Apakah kamu yang bernama R?” tanya pelaku yang langsung dijawab “benar” oleh korban.

Pelaku pun langsung mengambil balok di sekitar warung tersebut, dan memukulkannya ke bagian kepala R sebanyak dua kali.

Melihat R yang terjatuh setelah dipukul, korban yang berinisial M ini, berniat melerai. M memeluk pelaku sambil menyuruh R untuk segera lari meninggalkan tempat itu.

“Pelaku dipeluk oleh korban, sehingga pelaku tidak bisa melampiaskan kemarahannya pada R. Pelaku yang berinisial MM ini, mencabut badik yang diselipkan di pinggangnya, lalu menusukan ke arah belakang dan mengenai dada sebelah kiri M yang memeluknya. M langsung terjatuh, dan darahnya banyak keluar,” terang AKBP Leo Hamonangan Siagian, Jumat 8 Januari.

Setelah menikam, pelaku langsung melarikan diri. Namun tidak cukup dua jam dari kejadian, kepolisian melakukan penyelidikan. Pelaku tertangkap di Perumahan Afdeling Fanta PT. Mamuang, Desa Pajalele Kecamatan Tikke Raya.

“Barang bukti yang disita oleh Sat Reskrim yakni satu buah badik dengan panjang 26 cm, satu buah balok, satu buah jaket warna hitam, satu buah baju kaos warna abu-abu dan celana pendek warna hitam serta satu unit sepeda motor merek Yamaha Vixion dengan nomor polisi DC 3185 NX,” ungkap Leo.

Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, AKP Pandu Arif Setiawan menambahkan, saat berangkat untuk mencari R, pelaku bersama tiga orang temannya.

Namun setelah terjadi pemukulan, dua orang teman pelaku lari meninggalkan TKP. Sementara satu orang lagi hanya berdiam diri di atas sepeda motor.

“Jadi tiga orang teman pelaku, tidak terlibat. Baik pada saat melakukan pemukulan maupun penikaman. Sehingga yang kami tetapkan sebagai tersangka hanya satu orang, yakni inisial MM,” jelas Pandu.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 atau pasal 351 KUHP juncto pasal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman pidana paling lama 14 tahun penjara. (r3/dir)

Komentar

News Feed