oleh

Kasus Penganiyaan Berbuntut Saling Lapor

MAMASA – Dugaan kasus penganiayaan berbuntut saling lapor ke aparat kepolisian. Peristiwa penganiayaan terjadi Rabu 30 September di Desa Salurano Kecamatan Tandukkalua Mamasa dimana diduga pelakunya warga berinisial A dan korbannya Yance. Tetapi pasca kejadian korban Yance melaporkan A atas dugaan penaniayaan ke Polsek Mamasa. Tetapi A juga melaporkan Yance ke Polres Mamasa atas dugaan pengancaman.

Korban atau pelapor Yance mengatakan saat ini pihaknya mendatangi Polsek Mamasa mempertanyakan laporan penganiyaan yang dialami dirinya, 30 September lalu.

“Saya datang ke Polsek untuk tindak lanjut proses laporan penganiyaan yang dilakukan A,” beber Yance saat ditemui di Mapolsek Mamasa.

Ia mengaku awal kejadian 30 September lalu di Desa Salurano Kecamatan Tandukkalua. Dimana dirinya dianiaya dan sempat ditusuk bambu runcing mengenai pipi sebelah kanannya yang dilakukan A dan S. Bukan hanya itu pelaku juga meninju kening sebelah kanannya.

“Kemudian bapak terlapor inisial A kemudian mencabut parangnya. Kemudian mengatakan pakai parang ini. Ia pun mengambil dan mengangkat parang tersebut tapi kemudian ibu terlapor menghalangi dan mengambil parang tersebut,” beber Yance.

Atas kejadian tersebut, Ia lansung melaporkan kejadian ini ke Polsek Mamasa. Tetapi Yance kaget karena ada surat pemberitahuan dari Reskrim Polres Mamasa kepadanya atas tuduhan pengancaman yang dilakukan.

“Jadi saya kaget, sementara saya tidak ada mengancam, malah saya jadi korban pemukulan,” tambahnya

Kanit Reskrim Polsek Mamasa, Bripka Jhon Franklin mengatakan pihaknya akan tetap menindak lanjuti laporan yang tersebut. “Namun, kemarin kita terkendala, karena adanya kesalahan nama yang dilaporkan oleh pelapor,” kilah Jhon Franklin.

Dimana nama yang dilaporkan oleh korban tidak sama dengan nama terduga pelaku. “Jadi kami akan kembali lagi panggil saksi besok,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto mengatakan jika saat ini pihaknya telah menangani kasus dugaan pengancaman. “Jadi yang ada kami tangani yakni kasus pengancaman,”

Lanjutnya, namun saat ini pelapor pengancaman merupakan terlapor penganiayaan yang ada di Polsek Mamasa. “Jadi dia merupakan terlapor penganiayaan di Polsek Mamasa, baru kemudian dia melapor di Polres akan pengancaman,” sebutnya.

Sehingga saat ini, kedua belah pihak saling melapor yakni satu pengancaman dan satu penganiayaan. “Namun tentunya kita akan melakukan penyelidikan, dan meminta keterangan, dan jika cukup bukti kita akan tidak lanjuti,” tandasnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed