oleh

Kasus Pembunuhan Demas Laira, Dicecar, Polisi Pilih Diam

MAMUJU – Sudah lebih dari sebulan, investigasi yang dilakukan Polda Sulbar belum berhasil mengungkap motif dalam kasus pembunuhan Demas Laira.

Awalnya, kasus ini menjadi sorotan dengan indikasi bahwa Demas Laira (28) tewas berkaitan dengan latar profesinya selaku jurnalis. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pun membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) atas kasus tersebut.

Ketua TPF Kematian Demas Laira Anhar mengatakan, salah satu tugas
TPF ini mengawal proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, serta mendesak kepolisian menemukan pelaku.

“Kasus ini terkesan dibiarkan tanpa adanya kejelasan. Padahal kami menunggu kerja nyata aparat kepolisian atas kasus ini, dan informasi perkembangan pengusutannya,” kata Anhar, Rabu 23 September.

Menurutnya, sebulan kasus ini berlarut-larut akan menjadi tolak ukur bahwa kepolisian gagal menyelesaikan kasus tersebut.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Mateng IPTU Agung Setyo Negoro, mengaku belum dapat memberikan komentar banyak. Namun jelasnya, kata dia, penyelidikan terus dilakukan.

“Saat ini, anggota saya bersama tim dari Polda Sulbar masih melakukan penyelidikan,” kilahnya.

Untuk diketahui, Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Muhammad Zaky telah menyatakan sebelumnya, barang bukti berupa sepatu dan CCTV telah dikirim ke Laboratorim Forensik (Labfor) Makassar, tapi sampai saat ini tidak ada kabar seperti apa hasilnya.

Diketahui kasus ini memcuat sejak 20 Agustus lalu. Seorang jurnalis bernama Demas Laira ditemukan tewas bersimbah darah dengan 17 luka tusuk, di jalur Trans Mamuju Palu Desa Tasokko, Kecamatan Karossa. Dia ditemukan oleh seorang sopir yang saat itu melintas. (imr/dir)

Komentar

News Feed