oleh

Karampuang Digadang-gadang Jadi Desa Cinta Statistik

MAMUJU – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar berencana menjadikan Desa Karampuang sebagai sasaran program Desa Cinta Statistik (Cantik).

Dalam kunjungan tim BPS Sulbar ke Desa Karampuang, selain dalam agenda silaturahmi dan pembagian sembako, rombongan juga menjelaskan terkait program Desa Cantik Marasa kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat Karampuang.

Karampuang Digadang-gadang Jadi Desa Cinta Statistik

Kepala BPS Sulbar Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan, dengan mengembangkan Desa Cantik Marasa, BPS memiliki tugas melakukan penyediaan data statistik makro, serta melakukan pembinaan statistik terhadap lembaga-lembaga pemerintahan, termasuk Pemdes, dalam rangka menghasilkan statistik sektoral, baik untuk kebutuhan regional maupun nasional.

“Penyediaan statistik sektoral yang menjadi tanggung jawab dari kementrian atau lembaga dan pemerintah daerah, saat ini masih mengalami kesulitan dalam hal pengumpulan data dan kualitas data yang dihasilkan,” kata Agus saat dikonfirmasi Kamis 18 Maret 2021.

Agus menjelaskan, Desa Karampuang dipilih sebagai Desa Cantik Marasa berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya, karena Desa Karampuang pernah menjadi binaan BPS Sulbar dalam program Desa Mandiri Statistik (Samasta) di 2019 dan Desa Karampuang merupakan salah satu destinasi wisata Sulbar yang berada di Ibu Kota Sulbar, sehingga memiliki multiplier yang besar terkait pembinaan statistik.

“Alasan lainnya karena, Pemdes Karampuang masih mengalami kesulitan dalam merancang program pembangunan desa yang tepat sasaran, hal ini disebabkan data yang tersedia sangat minim sekali, dan pemerintah daerah setempat masih mengalami kesulitan dalam mengumpulkan data yang sesuai dengan kaidah statistik,” jelas Agus.

Ia menambahkan, tujuan dari program Desa Cantik Marasa diantaranya, untuk membina kapasitas aparat desa dalam penyusunan laporan statistik sektoral, dan memberikan pemahaman statistik sektoral kepada aparat desa mulai dari kegiatan perencanaan, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data.

“Kami akan lakukan briefing, mentoring dan coaching terkait pengelolaan statistik sektoral ditingkat desa, kemudian menyiapkan penanggungjawab untuk penyelenggaraan statistik sektoral di desa,” tutup Agus. (rez/jsm)

Komentar

News Feed