oleh

Kapasitas Aparatur Layanan Terpadu Satu Pitu Ditingkatkan

MAMUJU–Guna meningkatkan wawasan dan berbagi pengalaman diantara sesama aparatur pelaksana PTSP, dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan berbagai sektor di unit PTSP masing-masing, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulbar menggelar acara peningkatan kapasitas bagi aparatur pelaksana PTSP Provinsi Sulbar tahun 2019, Selasa, 16 Juli, di Mamuju.

Kepala DPMPTSP Sulbar H. Bahtiar HS mengatakan, peningkatan kapasitas bagi aparatur pelaksana PTSP, merupakan sebuah langkah strategis dalam upaya implementasi fungsi pelayanan publik, yang semakin hari menuntut kualitas penyelenggaraan yang semakin baik, dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Hingga saat ini, lanjut Bahtiar, masih banyak permasalahan di masyarakat terkait pelayanan publik, seperti adanya ketidakpastian waktu, biaya dan cara pelayanan yang menimbulkan ketidakpuasan masyarakat yang dilayani. Hal ini pada akhirnya akan memberikan citra buruk bagi pemerintah dalam hal pelayanan publik.

“Kita berharap kegiatan ini akan mendorong kemampuan pemerintah agar semakin berkompeten dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dihadapan 35 orang termasuk kepala DPMPTSP Kabupaten se-Sulbar.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas merupakan bagian penting dalam rangka meningkatkan kinerja instansi pemerintah dalam pelayanan publik, karena akan meningkatkan kemampuan dan kinerja aparatur dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Peningkatan kapasitas tidak saja mengenai kemampuan individu aparat sipil negara, tetapi meliputi pula kemampuan organisasi untuk menjalankan fungsi dan misinya secara efektif. Karena itu, peningkatan kapasitas yang diperlukan mencakup aspek-aspek kelembagaan yang penting, seperti, SDM, sarana prasarana dan sistem kerja.

“Dalam konteks pengembangan kapasitas pelayanan di bidang perizinan, ada lima aspek penting yang perlu menjadi perhatian, yakni, struktur organisasi, hubungan dan mekanisme kerja, kelengkapan sarana dan prasarana, pengembangan SDM serta kapasitas anggaran,” ujarnya.

Perlu pula menjadi perhatian kita, bagaimana agar setiap individu aparat pelaksana PTSP, memiliki kemauan untuk maju dan berkembang, memahami berbagai aspek pelayanan perizinan sektor, terampil memanfaatkan teknologi, mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif.

“Tak kalah penting lagi, mau dan mampu mengimplementasikannya dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, sehingga tugas, fungsi dan misi organisasi dalam pemberian pelayanan perizinan dapat terwujud secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Bahtiar berharap, peserta memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya, guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan nonperizinan di unit PTSP masing-masing, agar menjadi semakin optimal.

“Saya berharapa kalian dapat mengikuti acara ini dengan seksama, agar wawasan, pengetahuan dan informasi yang diperoleh dapat dihayati dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas pelayanan perizinan di unit masing-masing,” ujarnya.

Pelaksanaan peningkatan kapasitas aparatur pelaksana PTSP ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur dan unit organisasi PTSP dalam pelayanan perizinan dan non perizinan. Sasarannya, agar penyelenggaraan PTSP, baik di lingkup provinsi maupun kabupaten se-Sulbar dapat semakin menunjukkan perubahan yang dinamis ke arah yang lebih baik, mampu beradaptasi dengan perkembangan regulasi, sehingga dapat menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat. (ian)

Komentar

News Feed