oleh

Kapal Vietnam Dijadwal ke Pasangkayu, Pemkab Bahas Pencegahan Virus Corona

PASANGKAYU – Pemkab Pasangkayu menggelar rapat dengan Forkopimda soal pencegahan masuknya virus corona.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Rapat Asisten III Pemkab Pasangkayu, Rabu 5 Januari. Dalam kesempatan ini, Asisten III Pemkab Pasangkayu Irfan Rusli Sadek mengatakan, ada dua pintu masuk ke Pasangkayu yang harus difokuskan untuk mengantisipasi masuknya virus corona. Pertama melalui Pelabuhan Tanjung Bakau milik PT Tanjung Sarana Lestari (TSL). Kedua, melalui masyarakat yang melakukan interaksi atau berkunjung serta menuntut ilmu di China.

“Makanya hari ini kita melakukan rapat koordinasi untuk mencegah virus tersebut masuk ke daerah kita. Kita ingin mendengar keterangan dari PT TSL,” tutur Irfan Rusli Sadek, kemarin.

Mendengar penuturan Asisten III, Plan Manager PT TSL Eko S. membeberkan, bahwa dalam waktu dekat khususnya di Februari ini, belum ada informasi mereka akan kedatangan kapan dari China di Pelabuhan Tanjung Bakau untuk memuat CPO maupun RDB Palm Oil serta Palm Kernel Oil (PKO).

Tapi yang bersandar dalam waktu dekat ini, diperkirakan pada 13 Februari dan 15 Februari adalah kapal dari Vietnam.

Informasi kapal dari Vietnam ini kami peroleh dari agen pelabuhan di Belang-belang. Tapi sampai sekarang kami belum lagi mendapatkan laporan lanjutan kapan kepastian kapal itu akan berlabuh. Tapi baru perkiraan,” terang Eko S.

Kata dia, kapal dari Vietnam tersebut akan memuat Palm Oildan mengeskpornya ke Bangladesh dan India. Sebelum kapal ini berlabuh, segala prosedur penanganan pencegahan virus corona telah disiapkan.

Saat kapal sudah berjarak tiga mil dari Pelabuhan Tanjung Bakau, terlebih dahulu mesinnya dimatikan. Setelah itu tim medis dari Balai Karantina dan instansi terkait melakukan pemeriksaan dokumen serta kesehatan awak kapal. Setelah dinyatakan steril dari virus corona, kapal dari Vietnam itu akan ditarik dengan kapal tongkang menuju dermaga.

“Apabila ada satu orang saja yang terjangkit virus corona, maka proses pemuatan minyak bisa dibatalkan dan kapal tersebut dipulangkan ke negara asalnya. Jadi kami dari perusahaan yang melakukan ekspor sudah menyiapkan antisipasi, karena kami juga tidak mau terjangkit,” ungkapnya.

Eko berharap, pemkab bisa berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar informasi kedatangan kapal asal China tersebut tidak meresahkan warga.

Di tempat yang sama, Wakapolres Matra Kompol Jufri Hamid dan Pasi Intel Kodim 1427 Pasangkayu, Kapten Inf. Muh. Barki, juga telah menginstruksikan kepada personilnya untuk memberikan arahan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu yang tidak jelas sumbernya dari mana.

Setelah mendengar pemaparan dari berbagai pihak, Irfan Rusli Sadek menginstruksikan kepada camat agar mengeluarkan pengumuman ke setiap desa dan kelurahan, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi terkait pesan berantai beredar di medsos soal kedatangan kapal asal China di Pasangkayu.

“PT TSL sudah memberikan informasi ke kita, bahwa mereka telah menyiapkan langkah untuk mencegah virus corona tersebut jika ada kapal yang hendak memuat CPO dan turunannya di Pelabuhan Tanjung Bakau. Jadi apalagi yang dikhawatirkan.Waspada boleh. Tapi resah dengan informasi tidak jelas itu harus dicegah,” tandasnya. (r3/ham)

Komentar

News Feed