oleh

Kalo Pulang, Keysa Tinggal Dimana ?

SEORANG gadis cilik duduk di jendela bangunan yang masih perampungan di samping kanan kantor Desa Lembang-lembang, Kecamatan Limboro, Polewali Mandar, Ahad 31 Januari.

Dalam ruangan, berlangsung pembagian bantuan untuk para penyintas lindu yang mengungsi di wilayah tersebut, pascagempa Majene-Mamuju berkekuatan 6,2 magnitudo.

Kalo Pulang, Keysa Tinggal Dimana ?

Gadis mungil itu, Keysa Humaira (6). Anak yang ramah. Sesekali, ia menyapa orang yang melintas di depannya.

Walau cadel, penuturannya cukup dipahami. “Halo Om, bagaimana kabalta ?,” ia menyapa, seolah kenalan lama.

“Eh, halo juga cantik, kabar baik. Oh ya, siapa namanya ?,” saya menyambutnya, sambil mendekat.
“Saya Keysa Humaila, asal dari Desa Mekkatta,” jelasnya. Saat mengarahkan kamera HP kepadanya, ia memerbaiki posisi duduk sambil membuka pengait maskernya.

Keysa dengan lancar menceritakan detik-detik peristiwa yang memporak-porandakan rumahnya di Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

“Seru om, orang-orang semua berlarian, berteriak-teriak. Gelap lagi. Kita semua takut,” katanya.
“Rumah saya rusak om, ancuuuur, banyak rumah rusak, bapak sama ibuku bawa saya pergi, jauh dari rumah. Takut goyang lagi, kita bisa mati semua.”

“Sekalang kita di sini, ketemu Om, kenalan sama olang-olang, dikasih ki beras, indomie, macam-macam lagi,” tambahnya.

Saat seseorang memberinya bungkusan berisi roti dan aneka cemilan, ia sangat gembira. “Iya, begitu om, makasih ya…”

Menurut staf Desa Lembang-lembang, Aswan, Keysa bersama kedua orang tuanya, Udin dan Kasma, mengungsi di rumah keluarganya di Banu-banua, Desa Lembang-lembang sejak hari pertama pascagempa Majene-Mamuju.

Saat Keysa ditanya apakah masih mau tinggal lama di Banu-banua. “Dak tahu Om, pastinya Keysa takut kalo gempa lagi,” sahutnya.

Ia balik bertanya: Kalau pulang ke Mekkatta tinggal dimana ?

“Kalo pulang, Keysa nanti tinggal dimana om ? Lumah Keysa ancur,” tanyanya pertanda trauma. (***)

Komentar

News Feed