oleh

Kajati: Pilkada Harus Kita Antisipasi Bersama

MAMUJU – Peran pers sebagai mitra strategis dalam mengawal agenda pemerintahan harus tetap terjaga.

Pers harus eksis dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan kredibelitas, agar masyarakat dapat terus menerima informasi bermutu.

Selain itu, pemberitaan yang tersaji apik di media massa, juga dapat menjadi bagian dari bahan evaluasi kinerja.

Demikian pandangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar, Darmawer Aswar yang kemarin membawa beberapa pejabatnya bertandang ke Kantor Redaksi Harian Radar Sulbar.

“Tanpa media kita tidak tahu apa saja yang sudah dikerjakan,” tutur Kajati, Selasa 11 Februari, di Gedung Graha Pena Mamuju.

Karena itu, harmonisasi antara media massa dan pihak kejaksaan dinilai penting.
Termasuk bagaimana kedua pihak dapat bekerja sama menangani persoalan-persoalan hukum maupun agenda pemerintahan di wilayah Sulbar.

Bagi Darmawel, momen paling penting yang membutuhkan peran pers saat ini adalah Pilkada serentak 2020.

Kajati berharap, media massa tetap berada di ‘tengah’. Tidak menjadi alat bagi calon tertentu.

Karenanya ia mendorong bagaimana Radar Sulbar beserta media lainnya di provinsi ke-33 ini agar kompak memegang teguh serta menyuarakan integritas dan independensi.

“Ini soal Pilkada harus kita antisipasi bersama,” tegas Darmawel.

Asisten Bidang Intelijen Kejati Sulbar Irwan, Irvan Paham menambahkan, usulan forum bersama dengan media, bentuknya seperti coffee morning.

Sekaligus menjadi wadah antara pihak media massa dengan kejaksaan dalam menyikapi berbagai persoalan pembangunan Sulbar.

“Disitu kita bisa membicarakan apa saja yang bisa konfirmasi teman-teman media, dan perlu ditindaklanjuti kejaksaan,” jelas Irvan.

Kehadiran Kajati dan rombongan disambut Direktur Radar Subar, Mustafa Kufung dan Kepala Perwakilan Fajar Sulbar, Nasrun Nur di Lantai II Gedung Graha Pena Mamuju.

Direktur Radar Sulbar, Mustafa Kufung mendukung Kejati Sulbar yang berinisiatif membuka ruang-ruang diskusi dengan awak media.

Karena pekerja media juga butuh pendampingan terkait pemahaman di bidang hukum, agar bisa tetap menyajikan pemberitaan yang benar. Tidak melanggar ketentuan.

“Dengan begitu, berita yang kita hasilkan juga benar-benar berkualitas dan tuntas,” kata Mustafa. (imr/rul)

 

VIDEO:

Komentar

News Feed