oleh

Kadis PMD Sulbar Lakukan Monev Program Marasa di Desa Minanga

MAMUJU — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sulbar Muhammad Jaun dan jajaran melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) hasil pelaksanaan program Marasa tahun 2020 di Desa Minanga Kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa, 19 Desember 2020.

Dalam monev tersebut, Kepala Dinas PMD Sulbar memantau perkembangan pembangunan gedung PAUD dan menyerahkan bantuan sembako Program Marasa kepada masyarakat Desa Minanga.

Kadis PMD Sulbar Lakukan Monev Program Marasa di Desa Minanga

“Nilai dari program ini mungkin tidak terlalu besar, tapi mudah-mudahan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Muhammad Jaun.

Kepala Desa Minanga Baso menyampaikan ucapan terima kasihnya terhadap bantuan Program Marasa yang dicetuskan oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar. Program ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Desa Minanga.

“Kita berharap bantuan Program Marasa terus berlanjut kedepannya. Karena program ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat dan pembangunan desa,” ujarnya.

Kadis PMD Sulbar Lakukan Monev Program Marasa di Desa Minanga
SERIUS. Masyarakat Desa Minanga serius mendengarkan arahan Kepala Dinas PMD Sulbar Muhammad Jaun.

Monev ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Banyak hal yang di diskusikan, salahsatunya adalah akses jalan poros Kecamatan Tabone dan Nosu yang diaanggap sangat memprihatinkan. Padahal akses ini sangat membantu masyarakat dalam memasarkan hasil panen mereka.

Camat Nosu Lewi Ruben mengatakan, saat ini ada dua pokok permasalahan yang dianggap harus di perbaiki di Kecamatan Nosu khususnya Desa Minanga. Pertama adalah akses jalan menuju Kecamatan Tabone-Nosu yang sangat memprihatinkan.

Namun setelah sempat bertemu dan berdiskusi dengan Gubernur Sulbar, sudah ada angin segar. Mudah-mudahan pada 2021 sudah bisa dituntaskan jalan poros Kecamatan Tabone-Nosu.

“Jika jalan poros Tabone-Nosu sudah bisa direalisasikan, barulah kami masyarakat Kecamatan Nosu dan Panga merasakan kemerdekaan yang selama ini kami dambakan” ujarnya.

Kedua, lanjut Ruben, permasalahan yang dihadapi oleh Kecamatan Nosu adalah bidang telekomunikasi yaitu khususnya internet.

“Tapi kami selaku pemerintah tidak pernah tinggal diam. Kami selalu berupaya untuk menghadirkan jaringan internet yang bagus di Nosu. Meskipun saat ini jaringan sudah ada, namun signalnya masih timbul tenggelam. Untuk panggilan suara saja masih sulit,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Jaun mengatakan, banyak manfaat yang bisa didapat oleh masyarakat Kabupaten Mamasa jika jalan poros Nosu-Toraja sudah berfungsi. Salah satunya adalah, wisatawan yang ingin berkunjung ke Toraja akan lebih memilih melakukan perjalanan lewat Kabupaten Mamuju-Mamasa-Toraja karena lebih dekat jika dibandingkan dengan Makassar-Toraja.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Mamasa untuk memasarkan produk lokal yang dimilikinya. Tidak hanya itu, daerah pariwisata yang ada di Mamasa juga akan dikunjungi oleh para wisatawan.

“Jika jalan poros Nosu-Toraja sudah diresmikan banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil. Olehnya, persiapkan diri kalian untuk menciptakan produk lokal yang berkualitas untuk ditawarkan kepada pengguna jalan poros Nosu-Toraja,” ujarnya. (ian)

Komentar

News Feed