oleh

Kadinkes: Ambulance Bukan untuk Bawa Jenazah

MAJENE – Ambulance yang ada di Puskesmas, peruntukannya bukan mengantar jenazah.

“Mobil ambunlance di Puskesmas bukan untuk membawa jenazah, karena sudah ada mobil jenazah. Lain mobil jenazah lain ambulans,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Majene, dr Rahmat Malik, Selasa 12 Januari.

Begitu disampaikan terkait adanya jenazah warga Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda Majene yang harus ditandu sejauh 30 kilometer, dari kediaman kerabatnya menuju rumah duka.

dr Rahmat Malik menerangkan, saat ini belum ada mobil jenazah di Puskesmas. “Olehnya itu saya meminta kepada pemerintah desa untuk menganggarkan pengadaan mobil jenazah,” paparnya.

Menurut Kadis Dinkes, bila ambulance digunakan membawa jenazah, akan banyak masyarakat menolak mobil itu digunakan untuk merujuk pasien ke rumah sakit.

“Olehnya itu ambulance tidak diperuntukan untuk membawa jenazah,” tegasnya.

“Terkecuali bila pasien meninggal di Puskesmas, baru mobil ambulance bisa membawa jenazah ke tempat tinggalnya. Tetapi bila masyarakat meninggal di rumah kerabatnya, itu tidak bisa,” sambung dr Rahmat Malik.

Namun demikian, pihaknya juga berencana membantu mobil jenazah untuk wilayah Kecamatan Ulumanda.

“Apakah nanti akan disimpin di Puskesmas atau kantor kecamatan, terserah di sana. Dan saya sudah melapor ke pak bupati,” terangnya.
Akhir pekan kemarin, puluhan warga bersama aparat dari TNI-POLRI, terekam kamera bahu membahu memikul jenazah salah seorang warga Ulumanda, Majene.

Dalam rekaman video ini, terdengar suara pria menyebut jenazah terpaksa dipikul, karena keluarga tidak mendapat ambulance, untuk membawa jenazah pulang ke rumah duka.

“Ini adalah mayat yang dipikul oleh pak Babinsa bersama dengan anggota Kepolisian. Ini tidak ada ambulance yang bisa mengangkut sehingga digotong anggota kepolisian dan anggota kodim 1401 Majene. Kondisi jalan yang tidak memungkinkan sehingga tidak ada mobil yang bisa mengangkut,” kata pria dalam rekaman video tersebut.

Diketahui, jenazah bernama Icci Subu (65 tahun), warga Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda. Dia meninggal karena sakit, di rumah kerabatnya di Desa Salutambung, pada Sabtu 9 Januari. Proses evakuasi jenazah ke rumah duka, berlangsung dari sore hingga tengah malam.

“Kami mewakili khususnya masyarakat Ulumanda, sangat prihatin sekali kepada khususnya Puksesmas Salutambung dan Puskesmas Ulumanda. Salah satu warga kami meninggal dunia di Desa Salutambung, dipikul menggunakan tenaga manusia dengan jarak tempuh 30 kilometer,” jelas Kepala Desa Ulumanda, Hardi dalam rekaman video yang diterima wartawan, Minggu.

“Salah satu keluarga almarhum datang ke Puskesmas untuk ambulance untuk digunakan mengangkut, tapi alasannya, pertama kuncinya tidak ada, hilang, kemudian katanya juga mobil bukan untuk mobil jenazah, katanya untuk ambulance saja. Kemudian salah satu keluarga juga, datang ke puskesmas ulumanda meminta juga mobilnya katanya di sana sopirnya tidak ada, kemudian ada yang juga katakan lagi rusak, jadi dua-duanya mobil rusak,” sambung Hardi.

Baik warga maupun pemerintah desa sangat berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Infrastruktur Memprihatinkan

Terpisah, Camat Ulumanda, Arif membenarkan kalau ada warganya yang meninggal dan harus ditandu hingga ke kediamannya.

“Memang medannya juga susah dilalui kendaraan umum, nanti kendaraan khusus, yang double gardan baru bisa lewat,” ungkapnya.

Lanjut Arif pihaknya sudah menghubungi semua PKM di Kecamatan Ulumanda bahkan PKM di Kecamatan tetangga tetapi semua tidak punya mobil jenazah.

“Jadi harapan kami kedepan bagaimana pemerintah baik kabupaten maupun provinsi memikirkan agar sekiranya bisa dilakukan bantuan pengadaan mobil jenazah khususnya di Kecamatan Ulumanda. Kejadian ini bukan merupakan yang pertamakalinya, tapi sering terjadi,” sebut Arif. (r2/rul)

Komentar

News Feed