oleh

Kades Wajib Terdaftar Jaminan Sosial

MAMUJU – Kepala Desa (Kades) di Mamuju diminta mendaftarkan seluruh aparat desa beserta perangkatnya termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek.

Hal itu sebagai upaya perlindungan jaminan sosial bagi Kades dan seluruh perangkatnya jika sewaktu-waktu dalam tugas mengalami kecelakaan kerja, meninggal dunia atau pensiun.

Kepala BPJamsostek Cabang Mamuju, Iman M Amin mengatakan, hal itu juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Kades wajib menganggarkan iuran kepesertaan jaminan sosial dalam APBDes.

“Selain jaminan kesehatan, jaminan sosial juga penting, baik itu perlindungan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua. Iuran per bulan per orang sebesar Rp 127.920,” kata Iman M Amin, Selasa (21/9/2021).

Dari 88 Desa di Mamuju, kata dia, baru 39 desa yang sudah mendaftarkan seluruh aparat dan perangkat desanya. Masih ada 49 desa yang sama sekali belum mendaftar di BPJamsostek.

“Kendalanya karena masih banyak beranggapan jika nanti gajinya dipotong, padahal itu dianggarkan dari dana desa. Ada juga karena mereka belum tahu manfaatnya terdaftar di BPJamsostek,” terangnya.

Padahal jaminan sosial tersebut penting. Sebab, ketika misalnya Kades tak lagi menjabat ia bakal menerima jaminan dari BPJamsostek. Sebaliknya, ketika tidak terdaftar maka tak bakal mendapat apa-apa.

“Kami bersinergi dengan kejaksaan, pemerintah desa dan inspektorat. Kita targetkan seluruh desa di Mamuju sudah tercover sebelum Desember tahun ini,” pungkas Iman. (ajs)

Komentar

News Feed