oleh

Kader PKK Adalah Tulang Punggung dan Tiang Negara

MAMUJU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sulbar bekerjasama TP-PKK Sulbar melaksanakan gelar karya dan temu kader jambore PKK tingkat Sulbar di Grand d’Maleo Hotel Mamuju, Jumat 15 November 2019.

Kegiatan dengan tema “Melalui temu kader PKK, kita tingkatkan kinerja kader sebagai garda terdepan dalam pemberdayaan keluarga” diikuti 150 orang kader PKK se-Sulbar.

Tujuannya, meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader PKK untuk memantapkan gerakan PKK. Selain itu, meningkatkan motivasi kader dalam pelaksanaan 10 program pokok PKK.

Sekprov Sulbar DR. Muhammad Idris DP mengatakan, misi dari PKK saat ini tidak hanya bicara tentang sepuluh program pokok PKK. Tetapi lebih dari itu, organisasi PKK harus merumuskan bagaimana cara agar menjadi lokomotif atau penggerak utama dari terbangunnya masyarakat baru di Sulbar, yang didalamnya penuh dengan usaha untuk memberikan pendidikan terbaik kepada masyarakat di semua lini.

“Organisasi PKK sangat vital dan sangat besar peranannya. Organisasi PKK juga menjadi tulang punggung bagi bangsa dan daerah kita serta turut andil dalam pembangunan Sulbar menjadi malaqbiq. Kader PKK adalah tiangnya negara,” ujarnya saat menyampaikan arahan.

Selain itu, lanjut Idris, PKK juga harus membangun jejaring. Karena tidak ada organisasi yang kuat tanpa memiliki jejaring yang luas. Organisasi yang tidak memiliki koneksi sudah pasti akan mati atau tidak akan menghasilkan kinerja yang baik. Olehnya, PKK harus menjalin koneksi yang baik kepada semua pihak.

“Ketua TP-PKK Sulbar saat ini merupakan anggota DPR RI yang menduduki posisi strategis. Ini merupakan kesempatan baik untuk membangun koneksi dan berkolaborasi dengan kementerian pusat terkait. Ini harus mampu kita manfaatkan untuk memperbaiki daerah kita kedepan,” ujarnya.

Idris berharap kader PKK se-Sulbar bisa menambah daya dukung dan daya dobraknya menjadi kader penggerak masyarakat. Selain itu, PKK juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam menyusun program kerja yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus mencarikan solusi agar daerah kita bisa menjadi lebih baik. Saat ini masih banyak masalah yang belum tuntas. Tapi jika semua kader PKK bergerak optimal berdasarkan tugas pokok dan fungsinya, saya yakin sulbar akan menjadi provinsi terbaik dalam setiap pencapaiannya,” ujarnya.

“Saya juga berharap setelah pelaksanaan kegiatan ini, kader PKK sudah bisa merumuskan program jangka panjangnya kedepan. Sehingga kami bisa mengatur dan mengalokasikan anggaran untuk program kerja PKK. Kita harus seiring sejalan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Sulbar,” tutupnya.

Ketua TP-PKK Sulbar Hj. Andi Ruskati Ali Baal mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang setiap tahunnya dilaksanakan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada kader PKK dan mengupgrade pengetahuannya terkait dengan pelaksanaan program kerja PKK Sulbar.

“Kader PKK harus memiliki skill yang baik. Karena PKK merupakan ujung tombak bagi pemerintah untuk mensosialisasikan pencegahan dan penanganan permasalahan yang saat ini dihadapai daerah Sulbar. Seperti permasalahan stunting, pernikahan usia dini yang memperburuk citra daerah kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, kader PKK harus memperbaiki moral dan etikanya. Karena, kader PKK merupakan tiang negara. Olehnya, kader PKK harus terus memperbaiki diri dan terus menerus mengupgrade pengetahuan agar bisa menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat. Kader PKK harus mampu memberikan penjelasan kepada masyarakat yang tidak mengerti tentang bagaimana cara pencegahan dan penanganan masalah yang dihadapi saat ini.

“Wanita adalah tiang negara, bila wanitanya bagus maka baguslah negaranya. Begitu juga sebaliknya, bila wanitanya buruk maka negara akan hancur. Sebab itu, kader PKK se-Sulbar harus belajar terus menerus memperbaiki kualitasnya. Kita harus bekerja keras dan total untuk mewujudkan sepuluh program pokok PKK di tengah masyarakat,” tutupnya. (ian/rs)

Komentar

News Feed