oleh

Juara Harapan dari MTQ Padang

PADANG – Sahariah Syua dan Ahmad Taufiq menyelamatkan wajah duta Sulbar di ajang MTQ 2020 yang telah berakhir, pekan kemarin.

Meski sempat meradang karena dianggap tidak lolos, dua kafilah asal Polman itu dinyatakan masuk enam besar setelah panitia membacakan Surat Keputusan (SK) para pemenang MTQ 2020 Padang, Sumatera Barat.

Sahariah berhak atas juara harapan tiga dari cabang Qira’at Sab’ah Murattal dan Ahmad Taufiq harapan dua dari cabang Tartil. Keduanya mendapat hadiah uang tunai. Sebelumnya, mereka tak masuk dalam SK pemenang yang diedar pihak panitia.

Sahariah, ibu satu anak itu mempersembahkan pencapaiannya itu kepada keluarga dan gurunya. Telah berjasa sehingga bisa meraih prestasi ini. Baginya, tidak gampang masuk enam besar. Apalagi, saingan semakin sengit. Semua memiliki kemampuan di atas rata-rata.

“Saya tidak sangka. Tadi tidak ikut rombongan ke acara penutupan. Tapi, ternyata dihubungi kalau masuk enam besar. Jadi langsung ke sini,” ujar Sahariah, selepas penutupan MTQ di Masjid Raya Sumatera Barat, Jumat malam, 20 November.

Sahariah mengucapkan terima kasih kepada semua. Perjuangan selama hampir dua pekan di Padang. Meski harus berpisah dengan anaknya yang masih berusia tiga tahun lima bulan.

Pencapaiannya itu tidak bisa diraih tanpa peran banyak pihak. Terutama seorang ayah Sahariah. Meskipun ayahnya itu tak bisa mengaji namun kecintaannya kepada Alquran tak bisa dipungkiri. Semua anaknya, lanjut Sahariah, dituntut mempedomani Alquran.

Sahariah mengaku telah mempelajari qira’at sejak 2004. Dilatih langsung ustaz Syam Amir, ustaz Husain, H Asrar dan pernah juga dibina ustaz Muksin Salim.

“Adek bungsuku sudah dua kali wakili Indonesia di ajang internasional. Beberapa kali juara nasional. Cuman dia wakili Sulsel, tahun 2010,” sebut Sahariah.

Pencapaian Sahariah di MTQ tersebut tampaknya bakal diteruskan anaknya. Sebab, kata Sahariah, potensi anaknya sudah terlihat sejak dini.

“Saya ingatnya tinggi. Sekarang sudah beberapa surah sudah dia hapal dan ada beberapa surah yang ketika saya baca bisa dia sambung,” beber Sahariah.

Dia berharap, apa yang diraihnya bisa diteruskan kafilah Sulbar lainnya. Sahariah melihat besar potensi yang dimiliki Sulbar. Tinggal memperbaiki pembinaan kedepan.

“Bagaimana memfasilitasi adek-adek jni. Mudah-mudahan pemerintah ada perhatian ke sana. Kalau saya sudah tua. MTQ tinggal satu kali saya ikut. Regenerasi itu penting,” jelas Sahariah.

Ahmad Taufiq juga berterima kasih kepada orang tuanya yang telah mendukungnya. Siswa kelas VI SDN 030 Tapango itu berharap di tahun akan datang bisa lebih baik lagi. Targetnya masuk tiga besar.

“Ya, tidak disangka. Baru pertama kali ini ikut MTQ. Sanya bangga, bisa membahagiakan bapak dan mama. Kalau bapak petani kalau mama ibu rumah tangga. Guru ngaji saya ustaz Making,” tutur Ahmad Taufiq.

Keberhasilan keduanya tentu menjadi motivasi dan pendorong semangat bagi kafilah lain agar bisa mengikuti jejak keduanya. Tugas pemerintah kemudian untuk mengevaluasi cabang-cabang lain. Terutama memperbanyak jam terbang kafilah. Sehingga benar-benar matang tampil di tingkat nasional.

Anggota Komisi IV DPRD Sulbar, M. Irbad Khairuddin mengaku sudah pasti bakal mengevaluasi hasil Sulbar di MTQ 2020, termasuk LPTQ menurutnya perlu dibenahi. Pembinaan dilakukan mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Kalau bisa per bulan selalu ada pertemuan dengan LPTQ. Selain itu, diupayakan ada semacam lomba-lomba untuk meningkatkan jam terbang kafilah Sulbar.

“Termasuk dewan hakim di Sulbar bakal dievaluasi. Dewan hakim anggarannya sedikit. Sisi lain juga harus didukung update keilmuannya. Kita akan betul-betul seleksi siapa yang layak,” tandasnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulbar, Muflih B Fattah bersyukur atas pencapaian Kafilah Sulbar di Ranah Minang. Bisa berprestasi meskipun menurutnya belum maksimal. “Kita bersyukur, karena banyak juga provinsi yang tidak meraih apa-apa,” sebutnya.

Muflih menyebut, apa yang menjadi masukan dari official dan komisi IV DPRD Sulbar bakal ditindaklanjuti. Saling bersinergi dan berkolaborasi membina kafilah. Benar-benar mempersiapkan kafilah di ajang nasional ini.

“Jangan nanti menjelang MTQ baru kita lakukan kegiatan. Tapi jauh-jauh sebelumnya. Kemenag sudah memberikan pembinaan dari tingkat kecamatan dan kabupaten,” tandasnya (m2/rul)

Komentar

News Feed