oleh

JCH Majene Dapat Pesan Khusus Dari Bupati

MAJENE–Jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dilepas Selasa 2 Juli, oleh Bupati Majene, Fahmi Massaria. JCH Majene akan diberangkatkan ke tanah suci Makkah, dalam dua kelompor terbang (kloter) 10 dan kloter 33.

Jumlah JCH Majene yang dilepas di Masjid Agung Majene itu, sebanyak 277 orang. JCH Majene yang akan bergabung di kloter 10 sebanyak 249 calon haji. Selebihnya, 28 3calon haji di kloter 33 pada gelombang kedua. “Jadilah teladan di mata Internasional. Proses dan rangkaian ibadah haji akan mewarnai daerah itu sendiri,” pesan Bupati Fahmi.

Menurut Fahmi, penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional dan menjadi tanggungjawab pemerintah, baik pusat maupun daerah. JCH serta masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan.
Olehnya itu, jamaah calon haji asal Majene sekiranya bisa menjadi contoh di tanah suci.

”Kesiapan maksimal akan mampu menciptakan pribadi jamaah yang tangguh. Kesiapan fisik dan non fisik setiap jamaah akan menjadi bekal menuju haji mabrur. Ini akan membantu menciptakan kesalehan personal dan kesalehan sosial,” terang Fahmi.

Fahmi menitip pesan penting, agar para jamaah memupuk persaudaraan dalam bingkai persaudaraan. Tetap membangun kesabaran, kekompakan serta kebersamaan. Doakan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi misi MP3. “Semoga semua jamaah calon haji Majene pergi dengan selamat, dan kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat bugar, tanpa kekurangan satupun,” harap Fahmi menutup sambutan.

Kepala Kemenag Majene, Adnan Nota kembali menegaskan, agar pemberangkatan nanti, jamaah patuh mengikuti aturan yang telah disepakati bersama. Seperti jadwal pemberangkatan. Tidak terpisah dari rombongan, dan membatasi pendamping. “Saya sampaikan lagi bahwa saat pemberangkatan nanti pendamping yang masuk lapangan hanya satu saja. Kemudian pemberangkatan ke embarkasi tak boleh sendiri-sendiri,” tegas Adnan.

Menurut Adnan, seluruh fasilitas yang telah disiapkan pemerintah daerah, tak lain untuk menjamin keamanan dan keselamat para jamaah. Mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan adalah tanggungjawab pemerintah. Bukan itu saja, dalam perjalanan melaksanakan ibadah haji, jamaah juga disiapkan pendamping. “Semoga pemberangkatan nanti berjalan baik, dan seluruh jamaah selamat ke tujuan,” tutup Adnan. (kdr)

Komentar

News Feed