oleh

Janji Bakal Benahi Manajemen RSUD Mamuju

MAMUJU – Direktur RSUD Mamuju kini dijabat  dr Sita Harit Ibrahim. Pergantian disinyalir imbas dari polemik mogoknya seluruh tenaga kesehatan (nakes) non ASN di RSUD Mamuju, hingga berakibat pelayanan medis terganggu.

dr Harit pun diberi tugas memperbaiki manajemen dan pelayanan dan mengembalikan citra baik bagi rumah sakit plat merah tersebut. Mesti dituntaskan secepatnya.

“Pesan bupati (Sutinah Suhardi, red) bagaimana mengembalikan pelayanan, terutama tentang tenaga kesehatan. Pelayanan harus dibuka secepatnya,” kata dr Harit, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa 31 Agustus.

Di hari pertamanya menjabat pun, dokter spesialis penyakit dalam itu pun langsung mengumpulkan seluruh kepala seksi RSUD Mamuju guna menyelaraskan pemahaman dalam memperbaiki pelayanan.

“Kami mulai mempelajari situasi di RSUD. Kita memang butuh tenaga kesehatan tapi tidak bisa tiba-tiba memenuhi itu semua tanpa koordinasi dengan bupati,” sebut dr Harit.

Menurutnya, langkah saat ini yang bakal ditempuh yakni pemanfaatan beberapa ruangan yang ada dan menganalisa kebutuhan. Sambil berkoordinasi dengan direksi lama untuk melanjutkan apa yang masih bisa dilanjutkan kembali.

“Rencana saya menambah fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, terutama menambah ruang perawatan dan membuka ruang ICU Covid-19 dan tenaga kesehatan. Makanya kita mau menganalisa dulu kebutuhannya berapa. Saat ini ruang perawatan hanya satu,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, ruang perawatan Covid-19 juga rencananya bakal dibuka di RSUD Mamuju agar RS Regional Sulbar, tidak terlalu kewalahan jika terjadi penumpukan pasien.

Hal lain yang bakal dilakukan selama menjabat direktur adalah mengembalikan ruang perawatan VVIP yang saat ini masih digunakan sebagai kantor manajemen RSUD.

“Mungkin kita akan tetap melanjutkan visi misi rumah sakit dan membantu bupati mewujudkan programnya. Kita bakal maksimalkan pelayanan, seperti ruang poliklinik bakal diperluas dan sebagainya,” tandas dr Hapit. (ajs)

Komentar

News Feed