oleh

Jangan Kendor Terapkan Prokes

MAJENE – Saat pasien 01 covid-19 Sulbar terpapar, hampir semua orang heboh. Terlebih di Majene, sebagai daerah asal pasien dimaksud.

Kala itu, masyarakat begitu khawatir. Bahkan takut tertular. Sehingga beragam reaksi muncul. Namun begitu, tak mengurangi empati, dukungan dan doa agar pasien cepat sembuh.

Setahun berlalu, virus corona masih bagai hantu yang enggan pergi. Satu per satu warga dinyatakan positif terpapar. Dan beberapa diantaranya harus meregang nyawa, karena penyakit penyerta.

Per 15 Februari, jumlah penderita covid-19 di Majene telah mencapai angka 546 orang. Sebanyak 25 orang sedang dalam masa perawatan, dan 196 pasien menjalani isolasi mandiri. Yang sembuh, mencapai 309 orang, sementara pasien meninggal dunia 16 orang.

Mengevaluasi angka ini, Bupati Majene Lukman Nurman meminta semua elemen masyarakat tak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Agar penyebaran virus corona ini dapat diputus.

Menurutnya, saat ini masyarakat mulai abai. Tidak sama ketika virus ini pertama kali masuk ke Majene. Ketika itu, kata Lukman, nyaris semua masyarakat tiarap mencari titik aman. Agar tidak terpapar virus korona, bahkan ada yang lari ke kebunnya. Tetapi saat ini, lebih dari 500 orang yang terpapar virus korona malah masyarakat acuh.

“Ada fenomena terbalik. Seakan-akan sekarang masyarakat tidak peduli lagi dengan virus korona. Laporan sudah 500 orang terpapar, kita biasa-biasa saja,” ucap Lukman beberapa waktu lalu.

Kata dia, bila diperiksa kantor-kantor pemerintahan saat ini, tidak ada lagi sabun untuk cuci tangan. Padahal selama ini di kantor-kantor ada tempat cuci tangan dan sabun. “Ini artinya, kini terlena dengan masalah korona. Padahal dianjurkan harus sering mencuci tangan dengan sabun,” ungkapnya.

Lanjut Lukman, di awal-awal, pemerintah desa meminta warga menyiapkan galon untuk cuci tangan. Tapi saat ini, galon bahkan sudah hilang. “Jangankan sabun. Jangankan air. Galon juga sudah hilang. Tidak ada lagi di depan rumah masyarakat. Ini artinya, ada fenomena yang sangat membahayakan,” sebut Lukman.

Olehnya, perlu ketegasan kembali. Prokes harus ditegakan lagi agar persoalan korona ini bisa diputus. Virus korona harus ada akhirnya, karena resikonya nyawa bisa melayang. “Sudah ada korban akibat virus korona di Majene. Olehnya, saya minta forkopimda, pimpinan OPD dan masyarakat agar semangat yang dulu itu dikembalikan. Agar penyebaran virus korona ini bisa kita putus. Kasihan petugas kesehatan kita, sudah 150 orang terpapar korona,” pungkasnya. (r2/dir)

Komentar

News Feed