oleh

Jalankan Protokol Kesehatan Sesuai Anjuran Pemerintah

LANGKAH preventif dan penanganan kasus COVID-19 di enam kabupaten di Sulawesi Barat, sepertinya cukup baik. Bukti. Tiga pekan terakhir ini tak ada kasus baru COVID-19 muncul. Malahan. Grafik kasusu COVID-19 di provinsi ke 33 di Indonesia terus melandai.

Oleh: Mustafa Kufung

JANGAN dulu evoria. Tetap mawas diri. Jangan lengah. Sebab. Coronavirus (COVID-19) ini juga terus bermutasi. Varian COVID-19 B.1617.2 sudah gentayangan di Indonesia. Bahkan, mungkin sudah ada di sekitar kita.

Jalankan Protokol Kesehatan Sesuai Anjuran Pemerintah

Data positif hingga hari Selasa 25 Mei 2021, pukul 14:00:17 di Sulbar yang dinyatakan terbebas dari COVID-19, 5.354 dari 5.498 kasus. Selebihnya, 120 dinyatakan meninggal dunia. Sisanya, 24 orang menjalani perawatan. Dua orang diantaranya di rumah sakit, dan 22 lainnya isolasi mandiri.

Juru bicara Satgas COVID-19 Sulbar, Safaruddin Sanusi DM mengingatkan lagi keseluruh komponen masyarakat supaya tak menyepelekan virus corona ini. Sekali pun secara data penularan virus COVID-19 terus menurun di Sulbar.

Diakui, meski vaksinasi di enam kabupaten terus berjalan. Namun, penerapan prokes (protokol kesehatan) tetap disiplin. Tetap dijalankan sesuai anjuran pemerintah. ”Kewaspadaan itu, sangat penting dikedepankan,” imbuh Safar, sapaan akrab Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Persandian dan Statistik (Kominfopers) Sulbar, itu.

“Jangan kita lengah. Walau pun saat ini ada penurunan signifikan kasus COVID-19. Apalagi tidak ada kasus baru yang positif corona,” Safar mengingatkan, saat dihubungi beberapa hari lalu.

Potensi risiko lonjakan kasus baru penularan COVID-19 ini sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Jika, seluruh komponen masyarakat dan pemerintah tidak melakukan langkah pencegahan. Seperti, disiplin menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, menghindari ke rumunan. ”Jadi kuncinya diprotokol kesehatan,” ujar Safar.

Ketua BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Sulbar, Ny. Andi Ruskati Ali Baal juga selalu mengingatkan warga warga taat menjalankan prokes. ”Kondisi pandemi saat ini maka pada setiap pertemuan, agar tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak,” kata Andi Ruskati, saat menggelar halal bi halal secara terbatas, Minggu 23 Mei, lalu.

Menurut Andi Ruskati, beberapa manfaat yang bisa dirasakan dalam berhalal bi halal yaitu momentum untuk saling meminta maaf antarsatu dengan lainnya. Dapat mempererat rasa persaudaraan, menghapus penyakit hati dan membangun kepedulian terhadap sesama apalagi di suasana seperti pandemi ini.

“Ini sangat penting untuk tetap menjaga hubungan kita antarsesama manusia agar hubungan kita kepada Allah SWT juga bisa berjalan baik dengan diberikan Ridho dan kebaikan serta nikmat kesehatan melimpah,” ujar Andi Ruskati.

Komentar

News Feed