oleh

Isolasi Mandiri Dituding Tak Maksimal

PASANGKAYU – Salah satu cara menghambat virus corona menyebar, adalah dengan isolasi mandiri bagi orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Itu merujuk pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Indonesia Revisi ke-3 yang diatur melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020.

Namun, Ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty, menganggap isolasi mandiri di rumah masing-masing tidak maksimal. Malah, mudah menyebarkan virus. Sebab, tidak ada yang menjamin pasien positif tidak melakukan kontak langsung dengan kerabatnya saat melakukan isolasi mandiri.

“Kerabat pada saat mengantarkan makanan, mengambil pakaian untuk dicuci secara tidak langsung sudah tertular. Selain itu, kontak fisik antar pasien dengan keluarga saat di rumah, bisa dipastikan akan berlangsung seperti biasanya. Setelah itu keluarga pasien melakukan interaksi dengan orang lain di luar rumah. Kan hal seperti ini sudah menyebarkan virus,” tutur Alwiaty, Rabu 6 Januari.

Seharusnya, kata Alwiaty, Satgas Covid -19 Pasangkayu, menyediakan tempat khusus untuk isolasi mandiri. Sehingga ketika ada yang hasilnya reaktif saat rapid tes, bisa langsung ke tempat yang disediakan pemerintah untuk melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swabnya keluar.

Dengan adanya tempat khusus, penyebaran virus ini makin terminimalisir, karena pengawasannya jelas dan terkontrol.

“Saya sudah usulkan sejak April 2020 lalu dalam beberapa rapat, kita harus menyewa hotel khusus menangani dan menampung orang yang positif tanpa gejala dan orang yang reaktif setelah rapid. Tapi itu tidak terpenuhi hingga sekarang, jadi jangan heran kalau banyak yang positif,” ungkapnya.

Di Kabupaten Pasangkayu saat ini, pasien positif yang dirawat sebanyak 4 orang dan melakukan isolasi mandiri sebanyak 67 orang. (r3/dir)

Komentar

News Feed